Pentingnya Nutrisi Esensial dalam Tahapan Kehamilan untuk Pencegahan Stunting

2 months ago 33

ringkasan

  • Pencegahan stunting paling efektif dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga usia dua tahun anak dengan asupan nutrisi seimbang dan pemeriksaan kehamilan rutin.
  • Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan MPASI bergizi setelahnya sangat penting untuk mencegah stunting.
  • Edukasi dan kesadaran orang tua tentang gizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin adalah kunci pencegahan stunting.

Fimela.com, Jakarta Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada awal 2025, menunjukkan bahwa hampir 20% anak-anak Indonesia mengalami stunting. Pencegahan stunting memerlukan pendekatan komprehensif yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia balita, melibatkan berbagai aspek mulai dari nutrisi, pola asuh, hingga sanitasi lingkungan.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan di bawah standar normal seusianya. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin pada kesempatannya di kegiatan diseminasi hasil SSGI juga menjelaskan bahwa stunting tidak hanya terjadi setelah anak lahir, tetapi sudah dapat bermulai sejak dalam kandungan.

Oleh karena itu, intervensi, salah satunya melalui tenaga kesehatan seperti bidan, menjadi kunci dalam upaya memutus mata rantai permasalahan ini. Dr. Ade Jubaedah SSIT Bdn. MM, MKM, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia mengatakan bidan merupakan titik awal pendampingan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

"Dengan hadirnya Buku Buku Panduan Nutrisi Esensial hasil kolaborasi PRENAGEN dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kami berharap para bidan memiliki referensi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam edukasi gizi bagi ibu hamil, sehingga risiko stunting dapat ditekan sejak dini,” ujar Dr. Ade Jubaedah

Pentingnya Nutrisi Esensial dalam Tahapan Kehamilan untuk Pencegahan Stunting

Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K), Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Fetomaternal pada kesempatannya mengatakan, kekurangan energi kronis dan kekurangan zat gizi masih menjadi masalah. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, stunting, bahkan komplikasi dan pendarahan pada ibu.

"Di sinilah peran tenaga kesehatan menjadi sangat krusial dalam memberikan edukasi gizi ibu sejak awal kehamilan. Dengan pendampingan dan edukasi yang tepat, kita dapat menekan angka risiko bahkan kematian ibu dan bayi, serta memastikan pertumbuhan janin berjalan sehat dan ideal," katanya.

dr. Dewi Virdianti Pangastuti mengatakan pentingnya pemenuhan nutrisi esensial dan gizi tepat bagi ibu hamil, serta penguatan peran bidan dalam mendampingi ibu selama masa kehamilan. Tingginya partisipasi mencerminkan antusiasme dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan anak.

“Pemenuhan gizi ibu hamil sangat wajib dan spesifik. Contohnya, DHA dan Omega-3 berperan penting dalam pembentukan serta perkembangan otak bayi, dan tetap dibutuhkan pasca melahirkan karena DHA juga disalurkan melalui ASI. Sementara itu, kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang janin sekaligus menjaga kekuatan tulang ibu,” jelas dr. Dewi.

Nutrisi dan ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting. Lanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun, sambil memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi. Setelah usia enam bulan, berikan MPASI yang bergizi dan kaya protein hewani (daging, ikan, telur).

MPASI harus diberikan secara teratur, dengan cara yang benar (tidak sambil bermain atau menonton TV), dan ajari anak makan sendiri. Bawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (penimbangan dan pengukuran), serta imunisasi sesuai jadwal. Pemantauan ini memungkinkan deteksi dini jika ada masalah pertumbuhan.

Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal anak untuk mencegah infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan. Pastikan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik. Tidur yang cukup dan teratur sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Parenting |