ringkasan
- Demam pada anak adalah kondisi umum yang ditandai dengan suhu tubuh di atas 37°C dan seringkali merupakan respons terhadap infeksi atau faktor lingkungan.
- Gejala demam pada anak meliputi peningkatan suhu tubuh, kulit pucat, keringat berlebih, rewel, dan dalam kasus serius dapat disertai kesulitan bernapas atau kehilangan kesadaran.
- Penanganan demam pada anak di rumah meliputi istirahat cukup, asupan cairan, kompres hangat
Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, demam pada anak adalah kondisi yang umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37°C, dan biasanya dianggap demam jika mencapai 38°C atau lebih. Demam bukanlah penyakit, melainkan respons tubuh terhadap berbagai kondisi kesehatan.
Lantas, apa saja penyebab anak demam? Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi virus dan bakteri seperti flu, batuk pilek, infeksi saluran pernapasan, roseola, gastroenteritis, infeksi ginjal, hingga faktor lingkungan seperti cuaca panas atau pakaian yang terlalu tebal.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala demam pada anak dan tahu kapan harus khawatir serta mencari pertolongan medis. Berikut informasi lengkapnya untuk Sahabat Fimela.
Gejala Demam pada Anak yang Perlu Diperhatikan
Gejala utama anak demam tentu saja peningkatan suhu tubuh. Namun, ada gejala lain yang mungkin menyertai demam dan perlu diperhatikan:
- Kulit pucat atau kemerahan
- Keringat berlebih
- Keinginan untuk berada di tempat sejuk
- Menggigil
- Rewel dan muntah
- Tidak mau makan atau minum
- Penurunan volume urine (tanda dehidrasi)
- Ruam kulit (dalam beberapa kasus)
- Kesulitan bernapas (dalam kasus serius)
- Kehilangan kesadaran (dalam kasus serius)
- Menangis tanpa henti (dalam kasus serius)
Jika anak menunjukkan gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan suhu tubuh dan perhatikan kondisinya secara seksama.
Kapan Harus Khawatir dan Membawa Anak ke Dokter?
Demam seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera:
- Suhu tubuh sangat tinggi: Suhu di atas 39°C pada bayi di atas 3 bulan dan anak-anak perlu diwaspadai.
- Demam berlangsung lama atau berulang: Demam yang berlangsung lebih dari 5 hari atau berulang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
- Gejala berat: Muntah berkepanjangan, jarang buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, lemas, kesulitan bernapas, kehilangan kesadaran, ruam yang tidak biasa, dan menangis tanpa henti merupakan tanda-tanda yang perlu segera ditangani oleh dokter.
- Demam disertai gejala lain yang mengkhawatirkan: Jika demam disertai gejala seperti sakit kepala hebat, kaku kuduk, sesak napas, atau perubahan perilaku yang signifikan, segera konsultasikan dengan dokter.
Jangan ragu untuk membawa anak ke dokter jika Anda merasa khawatir dengan kondisinya.
Cara Menangani Demam pada Anak di Rumah
Untuk demam ringan dengan gejala minimal, Sahabat Fimela bisa melakukan penanganan di rumah:
- Istirahat yang cukup: Biarkan anak beristirahat dan tidur sesuai kebutuhan.
- Asupan cairan yang cukup: Berikan anak banyak cairan seperti air putih, jus buah, atau larutan oralit untuk mencegah dehidrasi.
- Makanan bergizi: Pastikan anak tetap mengonsumsi makanan bergizi.
- Kompres hangat: Kompres hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
- Pakaian yang nyaman: Kenakan pakaian yang ringan dan longgar.
- Suhu ruangan yang nyaman: Atur suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Obat penurun demam: Untuk anak di atas 6 bulan, paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau petunjuk pada kemasan. Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena dapat menyebabkan sindrom Reye.
Selalu konsultasikan dengan dokter jika demam tidak membaik atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.