5 Kebiasaan Ibu Hamil untuk Mencegah Stretch Marks Sejak Dini

3 months ago 54

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, ketika hamil, elastisitas kulit akan mengalami banyak perubahan akibat peregangan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan janin. Kondisi ini sering kali memicu munculnya stretch marks, yaitu guratan berwarna kemerahan atau keunguan yang biasanya terlihat di perut, paha, pinggul, dan payudara.

Perubahan hormon selama kehamilan juga berperan besar dalam mempengaruhi kesehatan kulit. Produksi hormon kortisol yang meningkat dapat mengurangi kemampuan kulit untuk mempertahankan elastisitasnya. Akibatnya, serat kolagen dan elastin di bawah permukaan kulit lebih mudah robek ketika kulit meregang.

Meskipun stretch marks tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya karena faktor genetik juga berperan, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risikonya. Berikut kebiasaan yang dapat mencegah stretch marks timbul:

1. Rutin Mengoleskan Oil atau Pelembab

Mengoleskan minyak atau pelembab secara rutin membantu menjaga elastisitas dan kelembaban kulit selama kehamilan. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih tahan terhadap peregangan, sehingga risiko munculnya stretch marks dapat berkurang. Kamu dapat memakai produk yang mengandung bahan alami seperti minyak zaitun, minyak almond, atau shea butter.

Waktu terbaik untuk mengoleskan pelembab adalah setelah mandi, ketika kulit masih sedikit lembab. Hal ini membantu mengunci kelembaban lebih lama dan membuat kulit terasa kenyal. Lakukan pijatan lembut saat mengoleskan minyak atau pelembab.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Kecukupan cairan sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam. Saat hamil, kebutuhan cairan tubuh meningkat karena mendukung pertumbuhan janin dan volume darah yang lebih banyak. Minum 8–10 gelas air putih per hari dapat membantu kulit tetap lentur dan terhindar dari kekeringan.

Kulit yang kering lebih mudah robek saat meregang, sehingga stretch marks lebih cepat muncul. Dengan hidrasi yang cukup, jaringan kulit menjadi lebih elastis dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan bentuk tubuh. Air putih juga dapat diganti sebagian dengan infused water dari irisan buah segar agar rasanya lebih segar dan kaya antioksidan.

3. Memenuhi Asupan Nutrisi untuk Kulit

Kulit membutuhkan nutrisi yang tepat untuk mempertahankan kekuatannya, terutama vitamin C, vitamin E, zinc, protein, dan asam lemak omega-3. Vitamin C membantu pembentukan kolagen, vitamin E melindungi kulit dari kerusakan, sementara zinc dan protein mempercepat regenerasi sel.

Konsumsi makanan seperti buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, telur, dan sayuran hijau untuk memenuhi kebutuhan gizi kulit. Omega-3 bisa diperoleh dari ikan salmon, biji chia, atau kacang kenari. Dengan gizi yang seimbang, kulit akan lebih siap menghadapi peregangan alami, sehingga stretch marks bisa diminimalkan sejak awal.

4. Melakukan Olahraga atau Peregangan Secara Teratur

Olahraga ringan dan peregangan membantu melancarkan sirkulasi darah, yang berarti nutrisi dan oksigen dapat tersalurkan lebih baik ke kulit. Olahraga juga membantu menjaga berat badan tetap stabil sehingga peregangan kulit tidak terjadi secara mendadak. Pilih olahraga seperti yoga hamil, jalan santai, berenang, dan senam kehamilan.

Olahraga ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan kulit, tetapi juga meningkatkan kebugaran dan mengurangi keluhan selama kehamilan seperti nyeri punggung atau kaki bengkak. Selain itu, peregangan ringan setiap pagi membantu tubuh tetap fleksibel dan mengurangi ketegangan otot.

Sahabat Fimela, inilah tips yang dapat mencegah adanya stretch marks timbul. Dengan kebiasaan yang konsisten, kulit akan lebih siap menghadapi perubahan bentuk selama kehamilan. Buatlah masa kehamilanmu  menjadi kenangan yang indah.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |