KEPALA Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan pada Senin sore, 13 Juli 2026. Dia menegaskan, hubungan institusi polisi dan jaksa baik-baik saja.
“Tentunya kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran, bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini,” ujar Listyo dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Senin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurutnya, banyak program pemerintah yang harus dikawal oleh kepolisian maupun kejaksaan. Sehingga, sinergi kedua institusi diperlukan.
Dalam momen tersebut, Listyo bahkan memanggil Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dengan sebutan ‘kakak asuh’. Keduanya juga sempat merangkul dan bersalaman.
Burhanuddin juga menegaskan hal serupa. Dia menyebut, tidak ada persaingan antara kejaksaan dengan kepolisian. Ia menyebut kepolisian adalah sahabat. “Teman-teman, jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus, tidak,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Menurut Burhanuddin, pertemuan ini bukanlah program baru. Persamuhan semacam ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama.
Dia pun membantah pertemuan itu imbas penetapan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah oleh polisi. “Kemudian jangan juga berpikir ‘karena ada hal-hal sesuatu kemarin’, ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan.”
Burhanuddin memandang, sinergitas antara kepolisian dan kejaksaan diperlukan. Menurutnya, hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik. Sehingga, nantinya menghasilkan putusan yang baik. “Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi,” ujar Burhanuddin.
Pantauan Tempo di lokasi, rombongan Kapolri hadir pukul 15.17 WIB. Pihak Kejagung dan Polri kemudian melakukan konferensi pers pada 16.03 WIB. Pertemuan itu terjadi hampir 45 menit.
Dalam audiensi ini hadir sejumlah pejabat. Kapolri didampingi jajarannya, di antaranya ada Wakil Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo; Inspektur Pengawasan Umum, Komisaris Jenderal Wahyu Widada; Kepala Badan Intelijen Keamanan, Komisaris Jenderal Yuda Gustawan; Kepala Badan Reserse Kriminal, Komisaris Jenderal Syahardiantono; hingga Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Jenderal Asep Edi Suheri.
Sementara dari Korps Adhyaksa, di antaranya ada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Asep Nana Mulyana; Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani; Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi; Kepala Pusat Penerangan Hukum, Anang Supriatna; hingga Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Patris Yusrian Jaya.














































