PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meniadakan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) pada Ahad, 31 Mei 2026, untuk memperingati Hari Raya Waisak 2570.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pelaksana harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, mengatakan pembatalan CFD akhir Mei nanti mengacu pada ketentuan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
“Pelaksanaan HBKB pada Minggu, 31 Mei 2026 ditiadakan sehubungan dengan peringatan Hari Raya Waisak 2570,” ujar Ujang pada Jumat, 29 Mei 2026, dikutip dari keterangan resminya.
Dengan ditiadakannya CFD besok, Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di jalan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan bersama selama kegiatan Hari Raya Waisak berlangsung,” kata Ujang.
Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, pembatalan car free day tertuang pada Pasal 5 dan 6. Pasal 5 menyebutkan car free day dapat dibatalkan jika pada waktu yang bersamaan juga dilaksanakan kegiatan/event yang bersifat khusus, baik nasional maupun internasional, di mana kegiatan tersebut memerlukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan yang bersifat khusus.
Sementara Pasal 6 menyebutkan car free day bisa dibatalkan apabila terjadi peristiwa bersifat tak terduga atau force majeure.
Untuk memperingati Waisak tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar kegiatan Ilumination of Jakarta 2026 bertema Glow of Peace di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, 30 Mei 2026.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan keluarga besar umat Budha ini merupakan rangkaian dari perayaan Hari Tri Suci Waisak tahun 2570 Buddhist Era (BE) atau 2026 Masehi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan kegiatan perayaan nasional Waisak akan dilaksanakan di Candi Borobudur, Jawa Tengah, Ahad, 31 Mei 2026. Namun Pemprov DKI Jakarta sengaja memajukan kegiatan sehingga melengkapi keseluruhan perayaan.
"Pesan utamanya adalah kita menampilkan kebersamaan di tengah kota. Inilah kenapa keluar tagline Jaga Jakarta, karena Jakarta itu milik kita bersama, siapapun punya tanggung jawab untuk menjaga," katanya, Jumat, 29 Mei 2026.
Rano mengatakan, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta juga telah menggelar rangkaian kegiatan menyambut hari besar agama lainnya. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak Christmas Carol Desember 2025 lalu hingga Idulfitri, Maret 2026 lalu.
Selain memperkuat pesan toleransi, Rano menyebut berbagai perayaan hari besar keagamaan yang dikemas dalam kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomis. Ia mengklaim beragam event yang digelar sejak Desember 2025 hingga Maret 2026 lalu mampu menghasilkan sirkulasi ekonomi hingga Rp 67 triliun.















































