Conscious Parenting dalam Memilih Produk untuk Anak, Mengapa Orang Tua Kini Lebih Selektif?

3 weeks ago 13

ringkasan

  • Conscious parenting adalah filosofi pengasuhan yang menekankan kesadaran diri orang tua untuk membangun hubungan otentik dengan anak.
  • Tren ini mengubah perilaku orang tua dalam memilih produk anak, dengan fokus pada keamanan, keberlanjutan, dan keselarasan nilai.
  • Edukasi efektif melalui platform digital dan komunitas, serta fokus pada produk aman dan berkelanjutan, penting untuk mendukung penerapan conscious parenting.

Fimela.com, Jakarta Gelombang conscious parenting atau pengasuhan sadar kini menjadi tren yang signifikan di kalangan orang tua muda di Indonesia. Fenomena ini mengubah lanskap industri produk ibu dan anak secara fundamental, Sahabat Fimela.

Pendekatan ini mendorong orang tua untuk tidak lagi hanya berfokus pada harga atau popularitas produk semata. Mereka kini lebih mempertimbangkan aspek keamanan, keberlanjutan, serta kedekatan nilai budaya dan emosional produk yang dipilih untuk buah hati.

Pergeseran prioritas ini menciptakan kebutuhan akan edukasi yang efektif. Edukasi ini bertujuan membantu orang tua memahami dan menerapkan prinsip Conscious Parenting dalam Memilih Produk untuk Anak, demi masa depan yang lebih baik bagi keluarga.

Mengenal Filosofi Conscious Parenting: Pengasuhan Penuh Kesadaran

Conscious parenting adalah filosofi pengasuhan yang berakar pada kesadaran diri, kehadiran penuh, dan regulasi emosi orang tua. Ini adalah pendekatan yang berfokus pada orang tua itu sendiri, mendorong refleksi emosi, pemicu, dan sistem kepercayaan pribadi yang memengaruhi interaksi dengan anak-anak mereka.

Tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang kuat dan otentik dengan anak. Anak dipandang sebagai individu utuh, bukan sekadar objek yang perlu 'diperbaiki' atau dikontrol. Seperti yang dikutip dari parents.com, "Conscious parenting adalah pola asuh berbasis koneksi di mana orang tua menggunakan kesadaran diri untuk mengembangkan hubungan yang kuat dengan anak."

Pendekatan ini menekankan pentingnya kesadaran diri, di mana orang tua diajak memahami pemicu emosional dan pola perilaku mereka. Selain itu, kehadiran penuh berarti berada sepenuhnya di momen bersama anak, mendengarkan aktif, dan memahami alasan di balik perilaku anak. Regulasi emosi juga krusial, yaitu kemampuan mengelola reaksi, perasaan, pikiran, dan perilaku diri sendiri.

Tokoh utama di balik gerakan conscious parenting adalah Dr. Shefali Tsabary, seorang psikolog klinis dan penulis buku terlaris seperti "The Conscious Parent". Ia mengintegrasikan filosofi Timur dengan psikologi Barat, menantang model pengasuhan tradisional yang berfokus pada 'memperbaiki' anak.

Transformasi Pilihan Produk Anak Berkat Conscious Parenting

Fenomena conscious parenting telah menciptakan perubahan signifikan dalam perilaku konsumen orang tua. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini menjadi lebih selektif dan sadar nilai dalam memilih produk untuk anak-anak mereka.

Mereka kini mencari produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan nilai dan gaya hidup mereka. Laporan The Bump: Future of Parenting Report 2025 menunjukkan bahwa generasi orang tua saat ini adalah yang paling sadar secara sosial dan lingkungan dibandingkan generasi sebelumnya.

Yvanna Mayer, VP of Mom & Kids Category Hypefast, menyatakan bahwa masa depan industri ibu dan anak di Indonesia akan ditentukan oleh merek-merek yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun nilai, relevansi, dan hubungan jangka panjang dengan para orang tua. Orang tua muda kini mempertimbangkan aspek yang lebih luas, seperti:

  • Keamanan produk: Memastikan produk aman untuk digunakan anak.
  • Keberlanjutan (sustainability): Memilih produk yang ramah lingkungan dan mendukung praktik berkelanjutan.
  • Kesesuaian dengan nilai budaya dan emosional: Produk yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai keluarga.

Mayang, seorang ibu muda dari Jakarta, menambahkan bahwa merek lokal seringkali lebih memahami kebutuhan ibu, menawarkan produk bayi yang terjangkau namun aman, makanan sehat, pakaian nyaman, dan layanan yang cepat.

Strategi Edukasi Efektif untuk Conscious Parenting dalam Memilih Produk Anak

Untuk membantu orang tua memahami dan menerapkan Conscious Parenting dalam Memilih Produk untuk Anak, strategi edukasi yang efektif perlu mencakup beberapa pilar utama. Edukasi digital yang relevan dan mudah diakses menjadi kunci utama.

Mengingat lebih dari 90% ibu di Indonesia aktif di media sosial dan lebih dari 50% mencari referensi pengasuhan secara online, platform digital menjadi jembatan edukasi yang penting. Merek dapat membagikan konten edukatif, artikel parenting, dan webinar yang dikemas secara ringan dan mudah dipahami, seperti yang dilakukan Hypefast.

Selain itu, membangun komunitas yang kuat juga sangat penting. Riset The Digital Mum Survey (DMS) Indonesia 2024 menunjukkan bahwa 8 dari 10 orang tua di Indonesia mengandalkan komunitas saat memilih produk untuk anak. Merek dapat menciptakan ruang bermakna bagi komunitas orang tua, seperti acara olahraga keluarga yang mendorong interaksi sehat.

Fokus pada produk aman dan berkelanjutan juga harus menjadi bagian dari edukasi. Edukasi harus menyoroti pentingnya memilih produk yang tidak hanya efektif tetapi juga etis dan ramah lingkungan. Contohnya, brand perawatan bayi seperti Cessa, yang berada di bawah naungan Hypefast, menghadirkan produk dengan formulasi lembut dan komitmen terhadap keberlanjutan melalui kemasan isi ulang.

Peran Brand Lokal dalam Mendukung Conscious Parenting

Hypefast, sebagai house of next-gen brands berbasis teknologi, menaungi berbagai brand terkemuka di kategori Ibu & Anak, seperti Bohopanna dan Cessa. Hypefast berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan brand lokal Indonesia dan memperluas akses produk serta edukasi parenting ke berbagai wilayah.

Hypefast telah berhasil membawa brand lokal ke pasar internasional, seperti Singapura, menunjukkan daya saing produk Indonesia. Mereka juga mencatat penjualan lebih dari 21 juta produk dari brand lokal sepanjang tahun 2024, membuktikan potensi besar merek lokal.

Untuk menjawab kebutuhan orang tua yang semakin selektif dan sadar nilai, brand-brand Mom & Kids di bawah Hypefast menjalankan strategi komprehensif yang mencakup tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penyediaan produk yang aman dan berkelanjutan, memenuhi ekspektasi orang tua akan kualitas dan dampak lingkungan.

Pilar kedua adalah pembentukan komunitas yang kuat, menjadi wadah bagi orang tua untuk berbagi pengalaman dan mencari dukungan. Pilar ketiga adalah edukasi digital yang relevan dan mudah diakses, menyediakan informasi dan tips parenting melalui platform digital. Hypefast juga mendorong brand untuk memperluas akses produk dan edukasi parenting ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang belum tersentuh, dengan semangat kolaboratif dan lokalitas yang kuat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Parenting |