SEMIFINAL Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis yang akan digelar di Dallas Stadium, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, bakal kembali mempertemukan dua bintang yang menjadi sorotan dunia sepak bola dalam beberapa tahun terakhir, Lamine Yamal dan Kylian Mbappe. Laga ini bukan sekadar pertarungan dua tim unggulan, tetapi juga babak baru dari rivalitas panas yang terus menyita perhatian publik.
Meski usia keduanya terpaut hampir satu dekade, catatan pertemuan langsung justru lebih berpihak kepada Yamal. Sejak pertama kali berhadapan pada 2023, penyerang muda Spanyol itu telah 10 kali bertemu Mbappe di berbagai kompetisi, baik level klub maupun tim nasional. Dari total tersebut, Yamal menang delapan kali, sementara Mbappe hanya mampu menang dua kali tanpa ada hasil imbang.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dari sisi statistik gol, Yamal mencatatkan enam gol dan tiga assist sepanjang duel-duel tersebut. Sementara itu, Mbappe justru unggul dalam produktivitas dengan sembilan gol dan dua assist, meski timnya lebih sering kalah.
Berawal dari Liga Champions
Pertemuan pertama keduanya terjadi pada perempat final Liga Champions musim 2023-2024, ketika Mbappe masih membela Paris Saint-Germain dan Yamal baru menjalani debut Liga Champions bersama Barcelona. Barcelona sempat menang 3-2 di leg pertama yang digelar di Parc des Princes. Namun PSG membalas dengan kemenangan 4-1 di leg kedua, sehingga lolos ke semifinal dengan agregat 6-4.
Duel di level tim nasional dimulai pada semifinal Euro 2024. Spanyol menang 2-1 atas Prancis, dengan Yamal mencetak gol spektakuler yang membuatnya tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Kejuaraan Eropa pada usia 16 tahun. Mbappe pun gagal membawa Prancis melaju ke final.
Rivalitas berlanjut pada semifinal UEFA Nations League 2025. Dalam laga dramatis yang berakhir 5-4, Yamal kembali tampil gemilang dengan mencetak dua gol. Mbappe memang turut menyumbang satu gol, tetapi tak mampu menghentikan langkah Spanyol ke final.
Tangkapan layar penyerang timnas Spanyol, Lamine Yamal, melakukan selebrasi setelah mencetak gol pertama ke gawang Arab Saudi pada pertandingan kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, 22 Juni 2026. Tempo/Ihsan Reliubun
Memanas di El Clasico
Persaingan keduanya kian intens setelah Mbappe hijrah ke Real Madrid pada awal musim 2024-2025. El Clasico pun menjadi arena baru bagi rivalitas mereka. Barcelona lebih dominan dengan sejumlah kemenangan meyakinkan, di antaranya 4-0 di Liga Spanyol, 5-2 pada final Piala Super Spanyol 2025, 3-2 di final Copa del Rey, hingga 4-3 pada El Clasico berikutnya meski Mbappe mencetak hattrick.
Mbappe sempat memutus tren negatifnya saat Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 pada El Clasico pertama musim 2025-2026. Namun kemenangan itu menjadi yang terakhir baginya melawan Yamal, karena Real Madrid kembali takluk pada final Piala Super Spanyol dan pertemuan kedua di La Liga.
Kepercayaan Diri Spanyol
Menjelang laga semifinal, Yamal menegaskan Spanyol tak gentar menghadapi Prancis. Ia menilai timnya justru memiliki modal kepercayaan diri lebih besar setelah dua kali mengalahkan Les Bleus di turnamen besar. "Kalau ada yang harus takut, itu mereka. Kami yang pernah menyingkirkan mereka. Menurut saya, Spanyol dan Prancis adalah dua tim terbaik di Piala Dunia ini. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi, tetapi kami tidak takut," kata Yamal, seperti dikutip The Athletic.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, turut mengamini keyakinan tersebut. Ia menyebut Prancis punya alasan kuat untuk mewaspadai timnya. "Wajar jika kami yakin bisa mengalahkan mereka. Saya rasa mereka juga sama khawatirnya. Kami adalah satu-satunya tim yang mengalahkan mereka dalam dua pertandingan beruntun. Tim hebat akan menghadapi tim hebat," ujar De la Fuente, seperti dikutip Bein Sport.
Modal Kedua Tim
Meski unggul dalam catatan pertemuan langsung, Mbappe tetap punya statistik individu yang lebih matang. Penyerang berusia 27 tahun itu kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Piala Dunia. Pada edisi 2026, ia tampil konsisten dengan gol-gol penting yang mengantarkan Prancis menyingkirkan Swedia di babak 32 besar, Paraguay di 16 besar, dan Maroko di perempat final.
Yamal, di sisi lain, baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, yakni saat Spanyol menghadapi Arab Saudi di fase grup. Namun kontribusinya bagi permainan kolektif La Roja dinilai tak kalah penting. Penampilan konsistennya sejak Euro 2024 bahkan membuatnya diproyeksikan sebagai kandidat kuat peraih Ballon d'Or dalam beberapa tahun mendatang.
Spanyol sendiri melaju ke semifinal dengan catatan mengesankan, selalu menang di setiap laga dan tampil solid di lini pertahanan. Sepanjang perjalanan menuju empat besar, La Roja hanya sekali kebobolan, yaitu lewat sundulan Charles De Ketelaere saat mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final.
Semifinal Piala Dunia 2026 pun diprediksi menjadi panggung terbesar rivalitas Yamal-Mbappe sejauh ini. Mbappe berambisi membawa Prancis ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, sementara Yamal berpeluang memperpanjang dominasinya dalam catatan pertemuan langsung sekaligus mengantarkan Spanyol kembali ke partai puncak.
Head to Head Lamine Yamal vs Kylian Mbappe
Total pertemuan: 10 laga
Kemenangan Lamine Yamal: 8
Kemenangan Kylian Mbappe: 2
Hasil imbang: 0
Gol Yamal: 6 | Assist Yamal: 3
Gol Mbappe: 9 | Assist Mbappe: 2
















































