ISRAEL mengklaim telah menewaskan seorang komandan senior Hamas dalam serangan udara yang dilakukan di Jalur Gaza awal pekan ini. Klaim tersebut disampaikan militer Israel pada Jumat, 29 Mei 2026, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut korban yang tewas adalah Imad Hassan Hussein Aslim. Menurut militer Israel, Aslim menjabat sebagai wakil komandan Brigade Kota Gaza sekaligus komandan Batalion Zeitoun yang berada di bawah Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas.
Militer Israel juga menuduh Aslim terlibat dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk keterlibatan yang dimaksud maupun bukti yang mendasari tuduhan tersebut.
Dilansir TRT World, serangan yang menewaskan Aslim juga disebut menargetkan seorang komandan Hamas lainnya. Militer Israel tidak mengungkap identitas maupun kondisi target kedua tersebut.
Hamas Belum Menanggapi
Hingga Jumat, Hamas maupun Brigade Al Qassam belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Israel tersebut.
Sebelumnya, Hamas mengumumkan kematian Mohammed Awda, salah satu komandan senior Brigade Al Qassam. Menurut pernyataan Hamas yang dikutip Anadolu, Awda tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah bangunan permukiman di Kota Gaza pada Rabu.
Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Awda, tetapi juga istrinya serta dua anak mereka. Pengumuman itu menjadi salah satu laporan terbaru mengenai jatuhnya korban dari jajaran komandan Hamas di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Gaza.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Klaim Israel mengenai tewasnya Aslim muncul ketika situasi keamanan di Gaza masih diwarnai pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober tahun lalu.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Anadolu, sebanyak 922 warga Palestina tewas dan 2.786 orang lainnya terluka akibat pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.
Gencatan senjata itu dicapai setelah dua tahun perang di Gaza. Namun, kekerasan masih terus terjadi di berbagai wilayah kantong Palestina tersebut.
Menurut otoritas Palestina, konflik yang berlangsung selama dua tahun telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 172 ribu lainnya. Perang juga menyebabkan kerusakan luas pada kawasan permukiman, infrastruktur, serta fasilitas sipil di Jalur Gaza.















































