Totalitas Adhisty Zara di Film Rumah Singgah, Riset ke Yayasan Kanker dan Latihan Lari

9 hours ago 7

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Adhisty Zara membagikan pengalaman ia saat mendalami karakter seorang pengidap kanker tulang untuk film terbarunya yang berjudul Rumah Singgah. Demi menghidupkan karakter bernama Karla, Zara melakukan riset mendalam, mulai dari mengunjungi yayasan kanker hingga menjalani latihan lari secara profesional dengan atlet nasional.

"Belajar banyak banget ketika kami mengunjungi langsung ke yayasan itu, karena melihat langsung anak-anak yang memiliki penyakit seperti yang karakter kami alami," ujar Zara kepada Tempo pada Rabu, 24 Juni 2026.

Enggak sendirian, Zara bersama pemeran lainnya seperti Devano Danendra dan Messi Gusti mengungkapkan bahwa mereka benar-benar mempelajari seluk-beluk penyakit kanker sebagai bekal membangun karakter.

"Kami benar-benar kupas tuntas apa itu kanker. Apa saja jenis kanker, mungkin dari gejalanya itu bisa apa, pemicunya apa. Kami dalami semuanya," lanjut aktris yang tengah mengandung anak pertama itu.

Dapat Inspirasi dari Teman Ayah hingga Latihan bareng Manusia Tercepat se-Asia Tenggara

Dalam film Rumah Singgah, Zara memerankan Karla, pelari muda berbakat yang harus menerima kenyataan pahit divonis kanker tulang. Ia kemudian menjalani perawatan khusus di sebuah rumah singgah pasien kanker.

Untuk mendalami emosinya, Zara menggali pengalaman dari orang terdekatnya yang punya cerita serupa dengan Karla.

"Teman papa aku pesepeda. Perjalanan karakter aku ini sama seperti teman papa aku. Jadi aku banyak tanya juga. Justru beliau ketika tahu perjalanan karakter aku bagaimana, jadi menginspirasi dia sebagai pengidap (kanker) yang tadinya sudah hilang harapan," ungkap eks member JKT48 ini.

Aktor film Rumah Singgah, Adhisty Zara, ketika kunjungan media di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, 25 Juni 2026. Tempo/Agung Chandra

Selain riset medis dan emosional, tantangan fisik juga dihadapi Zara. Karena Karla adalah atlet, Zara harus menjalani latihan lari intensif bersama Suryo Agung Wibowo, mantan pelari spesialis 100 meter nasional yang pernah dijuluki sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara.

"Aku benar-benar belajar teknik lari yang benar. Kakinya harus bagaimana, lalu gerakan tangan atlet lari itu biasanya bagaimana," cerita Zara. Totalitasnya ini bahkan sempat membuat berat badannya turun akibat latihan fisik yang padat.

Tantangan Berat Mengupas Lapisan Emosi Karla

Bagi Zara, memerankan Karla menjadi tantangan tersendiri karena karakter ini punya character development dan lapisan emosi yang kompleks. Karla harus merelakan mimpinya di dunia lari yang selama ini dianggap sebagai hidupnya.

"Lapisan emosinya banyak banget. Karena benar-benar panjang banget sampai akhirnya bisa sepenuhnya menerima dan mulai timbul harapan lagi," ucap Zara.

Menurutnya, bagian tersulit adalah menggambarkan fase emosional Karla, mulai dari penolakan (denial), kemarahan, hingga rasa kecewa pada diri sendiri. Titik balik Karla baru terjadi saat ia tinggal di rumah singgah.

Bertemu dengan sesama penyintas membuat Karla sadar bahwa ia tidak sendirian. Perlahan, ia mulai beradaptasi, menerima takdir, dan menemukan kembali tujuan hidupnya.

Melalui film ini, Zara mengaku belajar banyak hal baru tentang kehidupan. "Film ini mengajarkan aku untuk lebih menghargai hidup, bersyukur, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Aku juga belajar menghargai orang-orang yang benar-benar peduli serta menerima setiap takdir," tutupnya.

Film Rumah Singgah yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo ini dijadwalkan bakal tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Selain Adhisty Zara, film ini juga dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Devano Danendra, Ciccio Manassero, Messi Gusti, Aming, dan Dewi Irawan.

Pilihan Editor: Kesan Adhisty Zara Main Film Virgo and The Sparkling, Pentingnya Sosok Sahabat bagi Remaja

RAISA NAJMA HUMAIRA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |