TURNAMEN Piala Dunia 2026 memasuki babak semifinal. Empat tim yang tersisa seluruhnya merupakan mantan juara dunia, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.
Semifinal akan berlangsung dalam dua hari. Prancis menghadapi Spanyol pada Rabu dinihari, 15 Juli 2026, sedangkan Inggris bertemu juara bertahan Argentina sehari kemudian. Dua tim pemenang akan melaju ke final Piala Dunia 2026. Sementara itu, dua tim yang kalah akan bertanding memperebutkan posisi ketiga.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu, 15 Juli 2026
02.00 WIB: Prancis vs Spanyol
Kamis, 16 Juli 2026
02.00 WIB: Inggris vs Argentina
Berikut profil keempat semifinalis Piala Dunia 2026 berdasarkan data FIFA.
1. Prancis
Prancis, juara dunia 1998 dan 2018, menjadi satu-satunya semifinalis yang selalu menang dalam enam pertandingan tanpa membutuhkan perpanjangan waktu. Tim asuhan Didier Deschamps mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, termasuk selalu mencatat clean sheet pada tiga laga fase gugur.
Les Bleus lolos ke semifinal setelah mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1 di fase grup, lalu menyingkirkan Swedia 3-0, Paraguay 1-0, dan Maroko 2-0 di babak gugur.
Kylian Mbappe menjadi pemain paling menonjol dengan delapan gol dan tiga assist. Bersama Ousmane Dembele yang mengoleksi lima gol, keduanya menjadi duet pertama sejak Ronaldo dan Rivaldo pada 2002 yang sama-sama mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Prancis kini berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022. Sebelumnya, hanya Jerman Barat dan Brasil yang pernah menembus tiga final berturut-turut.
Meski tampil dominan, kemenangan tipis atas Paraguay menunjukkan Prancis masih dapat kesulitan menghadapi lawan yang bermain sangat rapat di lini pertahanan.
2. Spanyol
Juara dunia 2010 itu kembali menembus semifinal untuk pertama kalinya sejak meraih gelar di Afrika Selatan. Tim asuhan Luis de la Fuente bangkit setelah ditahan tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka dengan memenangi lima pertandingan berikutnya.
Spanyol melewati fase grup dengan hasil imbang melawan Tanjung Verde (0-0), lalu menang atas Arab Saudi (4-0) dan Uruguay (1-0). Di fase gugur, La Roja mengalahkan Austria (3-0), Portugal (1-0), dan Belgia (2-1).
Kekuatan utama Spanyol berada di lini belakang. Mereka baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Penguasaan bola yang dominan juga membuat lawan kesulitan menciptakan peluang.
Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan empat gol dan satu assist. Sementara itu, Mikel Merino tampil sebagai pembeda dari bangku cadangan setelah mencetak gol kemenangan saat menghadapi Portugal dan Belgia.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi catatan. Spanyol beberapa kali hanya menang dengan selisih satu gol meski mendominasi jalannya pertandingan.
3. Inggris
Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah 1966, 1990, dan 2018. Tim asuhan Thomas Tuchel menjaga peluang mengakhiri penantian gelar dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun.
Three Lions lolos dari Grup L setelah mengalahkan Kroasia 4-2, bermain imbang tanpa gol melawan Ghana, dan menang 2-0 atas Panama. Mereka kemudian menyingkirkan Republik Demokratik Kongo 2-1, Meksiko 3-2, serta Norwegia 2-1 setelah perpanjangan waktu.
Jude Bellingham menjadi pemain paling produktif dengan enam gol, jumlah yang sama dengan Harry Kane. Keduanya menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.
Mentalitas menjadi salah satu kekuatan Inggris. Mereka mampu membalikkan keadaan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Norwegia, serta mempertahankan keunggulan atas Meksiko meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54.
Di sisi lain, konsistensi permainan masih menjadi perhatian. Inggris telah kebobolan enam gol dan beberapa kali memberi kesempatan lawan untuk kembali ke pertandingan.
4. Argentina
Juara bertahan Argentina tinggal dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Brasil pada 1958 dan 1962.
Tim asuhan Lionel Scaloni memenangi seluruh pertandingan sejauh ini. Mereka mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1 di fase grup, kemudian menyingkirkan Tanjung Verde 3-2, Mesir 3-2, dan Swiss 3-1. Dua kemenangan terakhir diraih melalui perpanjangan waktu.
Lionel Messi masih menjadi pusat permainan Albiceleste pada penampilan Piala Dunia keenamnya. Penyerang berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol, jumlah yang sama dengan Mbappe di puncak daftar pencetak gol sementara.
Argentina juga menjadi tim paling produktif di antara empat semifinalis dengan torehan 17 gol. Mereka menunjukkan mental juara saat bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.
Meski demikian, lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah. Argentina kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur dan dua kali harus memainkan laga hingga perpanjangan waktu. Situasi itu menunjukkan sang juara bertahan masih bisa ditekan oleh lawan yang mampu menyerang cepat dan menembus tekanan awal.
















































