Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, memasuki usia remaja, anak-anak mulai menunjukkan banyak perubahan—bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam cara berpikir dan merespons lingkungan sekitar. Mereka mulai memiliki opini sendiri, lebih sensitif terhadap perlakuan orangtua, dan lebih tertutup dalam mengungkapkan isi hati.
Pada fase ini, tantangan terbesar bagi kita sebagai orangtua bukan sekadar soal memberi arahan, tapi bagaimana kita tetap bisa menjalin komunikasi yang sehat dan saling memahami. Sayangnya, banyak orangtua yang masih terjebak dalam pola komunikasi satu arah—baik menasihati, mengkritik, atau bahkan memaksa anak untuk mengikuti apa yang dianggap “benar” tanpa membuka ruang dialog.
Padahal, menurut berbagai penelitian dan panduan parenting internasional, pendekatan seperti ini justru bisa membuat anak merasa tidak didengar, bahkan menarik diri dari hubungan dengan orang tuanya. Komunikasi yang efektif dengan anak remaja bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan bagaimana membangun rasa percaya, empati, dan keterbukaan.
Untuk itu, artikel yang dilansir dari beberapa sumber termasuk childmind.org ini akan mengulas cara-cara praktis yang dapat diterapkan untuk membuat komunikasi dengan anak usia remaja terasa lebih efektif, positif, dan membangun.
1. Dengarkan Anak Sebelum Merespons
Banyak orangtua merasa harus memberi nasihat setiap kali anak bercerita atau mengeluh. Namun sebenarnya, yang dibutuhkan remaja bukan solusi instan, melainkan telinga yang benar-benar mendengar. Cobalah hadir secara utuh saat anak bicara—simpan dulu ponsel, hentikan aktivitas, dan tatap mata mereka. Ini memberi sinyal bahwa kamu menghargai cerita mereka.
Mendengarkan secara aktif juga berarti tidak buru-buru menyela, membantah, atau menghakimi. Ketika anak merasa didengar tanpa disalahkan, mereka cenderung lebih terbuka dan percaya bahwa orangtuanya bisa menjadi tempat yang aman untuk berbagi.
2. Gunakan Bahasa yang Tidak Menghakimi
Kalimat seperti “Kamu selalu begitu!” atau “Kenapa sih kamu enggak pernah nurut?” mungkin terdengar biasa, tapi dampaknya bisa menyakitkan bagi remaja. Bahasa yang bersifat menyalahkan akan membuat mereka merasa diserang dan memilih diam atau melawan.
Cobalah mengganti pendekatan dengan “I-statements”, misalnya, “Mama merasa khawatir kalau kamu pulang larut tanpa kabar.” Kalimat ini menunjukkan perasaan orangtua tanpa menyudutkan anak, sehingga lebih membuka ruang diskusi dibanding konfrontasi.
3. Validasi Perasaan Anak
Bagi orangtua, masalah anak remaja sering kali terasa sepele. Tapi bagi mereka, hal-hal seperti konflik pertemanan atau tekanan sekolah bisa terasa sangat berat. Jangan buru-buru mengatakan “Ah, itu biasa aja” atau “Kamu lebay”, kalimat seperti ini bisa membuat mereka merasa tidak dimengerti.
Sebaliknya, akui dan validasi perasaan mereka dengan kalimat seperti “Mama bisa paham kenapa kamu kecewa” atau “Itu pasti bikin kamu capek banget, ya.” Validasi bukan berarti setuju, tapi menunjukkan empati yang sangat dibutuhkan di masa-masa penuh gejolak ini.
4. Berbagi Cerita, Bukan Menggurui
Gunakan percakapan singkat yang konsisten, jelas, dan tetap tenang. Sisipkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan lewat cerita, pengalaman pribadi, atau bahkan melalui humor—bukan paksaan.
Ingat, anak remaja sudah mulai berpikir kritis. Mereka akan lebih menghargai percakapan yang terasa setara, bukan instruksi yang datang dari “atas”. Jadikan percakapan sebagai ruang bertukar pikiran, bukan sesi penghakiman.
5. Beri Ruang, Tapi Jangan Lepas Koneksi
Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anak remaja, atau tidak langsung mengecek ponselnya tanpa izin, mungkin terdengar sepele. Tapi bagi mereka, sikap seperti ini merupakan bentuk nyata dari penghormatan terhadap privasi dan batasan pribadi yang mulai mereka bangun. Meski begitu, menghormati privasi bukan berarti orangtua melepaskan keterlibatan sepenuhnya.
Justru, di fase ini anak tetap membutuhkan kehadiran yang hangat dan konsisten. Caranya tidak harus selalu serius, cukup dengan sempatkan waktu untuk ngobrol santai tanpa agenda, menonton film bersama, atau sekadar jalan sore berdua.
Aktivitas kecil yang dilakukan dengan konsistensi ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang kuat. Anak pun akan merasa bahwa kehadiran orangtua bukan hanya datang saat mereka berbuat salah, tapi juga ada saat mereka butuh teman bercerita, tanpa tekanan.
6. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan
Komunikasi yang sehat juga mencakup kemampuan untuk melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang menyangkut diri mereka sendiri. Anak remaja sedang berada di fase membangun identitas dan kemandirian, sehingga diberi kepercayaan untuk ikut menentukan arah hidupnya—meskipun dalam hal kecil—akan berdampak besar pada rasa tanggung jawab dan keterbukaan mereka terhadap orangtua.
Misalnya, daripada langsung memutuskan anak harus ikut les tertentu, cobalah berdiskusi, “Menurut kamu, kegiatan mana yang paling kamu butuhkan sekarang?” Ketika anak merasa pendapatnya dihargai, mereka akan lebih kooperatif dan terbiasa berpikir secara logis dalam membuat pilihan. Ini bukan hanya memperkuat hubungan, tapi juga melatih mereka untuk bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Semoga kini kamu tidak lagi bingung dalam berkomunikasi dengan anak yang mulai beranjak remaja, ya, sahabat Fimela!
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291298/original/007284000_1753170958-gifted-little-boy-playing-guitar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291297/original/038618200_1753170955-parents-with-daughter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291331/original/070790900_1753171315-long-shot-happy-family-living-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315309/original/099870800_1755156118-cute-little-girl-sleeps-sweetly-white-cozy-bed-with-soft-bear-toy-concept-children-s-rest-sleep-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308312/original/079255600_1754541083-IMG-20250807-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357081/original/011599400_1758518426-expressive-young-girl-posing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5340022/original/079681600_1757141888-k-f-YrAZEWehoZE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402195/original/037256000_1762240170-Depositphotos_650596210_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400546/original/029459800_1762139150-Depositphotos_848893266_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378297/original/027557900_1760238153-gautam-arora-OVDtgUhUPBY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396825/original/065919600_1761793028-pregnant-woman-posing-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394611/original/082211300_1761636452-front-view-grandparents-granddaughter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327418/original/014991800_1756180726-alexandr-podvalny-TciuHvwoK0k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4862644/original/012935100_1718273363-IMG_2787.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4701786/original/013309600_1703841814-jonathan-borba-Z1Oyw2snqn8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395215/original/007113100_1761665026-WhatsApp_Image_2025-10-27_at_13.37.11_2916f394.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375405/original/050547600_1759921524-pexels-kelvinocta16-1973270.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4480557/original/011177200_1687687972-vivek-kumar-a-_1PPjnbUg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393893/original/037295700_1761620439-Depositphotos_678320432_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392895/original/012659200_1761534634-Depositphotos_557986956_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5131632/original/033958900_1739420740-pexels-runffwpu-2787861.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390583/original/035695200_1761283022-Depositphotos_557974240_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548967/original/094336900_1692782124-tanaphong-toochinda-FEhFnQdLYyM-unsplash.jpg)





























