Kapan Harus Waspada? Ini Tanda Bahaya Kenapa Anak Menggigil dan Kapan Harus ke Dokter

2 days ago 7

ringkasan

  • Menggigil pada anak seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap demam yang bertujuan meningkatkan suhu inti tubuh.
  • Segera cari pertolongan medis darurat jika anak menggigil disertai demam tinggi pada bayi di bawah 3 bulan, kesulitan bernapas, perubahan kesadaran, atau ruam yang tidak memudar.
  • Hubungi dokter jika demam berlangsung lama (lebih dari 3 hari), tidak merespons obat penurun panas, atau disertai perubahan perilaku signifikan.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernahkah Anda khawatir saat melihat si kecil menggigil? Kondisi ini seringkali menjadi tanda bahwa tubuh anak sedang berjuang, terutama saat demam. Menggigil adalah respons alami tubuh untuk meningkatkan suhu intinya.

Namun, kapan kondisi kenapa anak menggigil ini menjadi serius dan memerlukan perhatian medis segera? Memahami tanda-tanda bahaya sangat penting bagi setiap orang tua.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif kapan Anda harus segera membawa anak ke dokter, serta gejala lain yang perlu diwaspadai agar penanganan dapat dilakukan tepat waktu.

Pahami Lebih Dalam: Kenapa Anak Menggigil Saat Demam?

Menggigil, atau dalam istilah medis disebut shivering atau chills, adalah mekanisme pertahanan tubuh yang umum terjadi pada anak-anak. Ini seringkali merupakan indikasi bahwa suhu tubuh si kecil sedang berupaya naik, sebagai bagian dari respons imun. Ini adalah salah satu alasan kenapa anak menggigil saat demam.

Demam sendiri merupakan reaksi alami tubuh untuk melawan infeksi yang masuk. Ketika tubuh mendeteksi adanya patogen, ia akan berusaha menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi pertumbuhan kuman tersebut dengan menaikkan suhu.

Gerakan menggigil inilah yang membantu tubuh menghasilkan panas tambahan. Dengan demikian, tubuh dapat mencapai suhu inti yang lebih tinggi, membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif dalam memerangi infeksi.

Kapan Harus Segera ke Dokter? Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Meskipun menggigil adalah respons normal, ada beberapa situasi di mana kondisi kenapa anak menggigil disertai demam memerlukan pertolongan medis darurat. Jangan tunda untuk membawa anak ke unit gawat darurat jika Anda melihat tanda-tanda berikut:

  • Usia Anak: Bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih tinggi, atau bayi di bawah 2 bulan dengan suhu tinggi.
  • Kesulitan Bernapas: Anak mengalami kesulitan bernapas, napas cepat atau berisik, atau cuping hidung mengembang.
  • Perubahan Kondisi Mental/Kesadaran: Anak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, tidak responsif, atau tampak bingung.
  • Ruam: Muncul ruam yang tidak memudar saat ditekan (tes gelas).
  • Leher Kaku: Anak memiliki leher kaku.
  • Kulit Pucat, Kebiruan, atau Bercak: Kulit anak tampak pucat, kebiruan, atau berbintik-bintik (mottled).
  • Menangis Tidak Biasa: Tangisan anak bernada tinggi, terus-menerus, atau tidak seperti biasanya.
  • Dehidrasi: Tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, mata cekung, atau popok kering.
  • Muntah Berlebihan: Muntah terus-menerus dan tidak bisa menahan cairan.
  • Anak dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah (Immunocompromised): Jika anak memiliki kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya dan mengalami demam di atas 38°C.
  • Kejang Demam Pertama Kali: Jika anak mengalami kejang demam untuk pertama kalinya.

Situasi yang Membutuhkan Perhatian Medis Non-Darurat

Ada kalanya kondisi kenapa anak menggigil tidak memerlukan kunjungan darurat, namun tetap penting untuk menghubungi dokter anak Anda. Ini adalah situasi yang memerlukan evaluasi profesional untuk memastikan kesehatan si kecil.

Salah satu indikator adalah demam yang berlangsung lama. Jika demam tanpa gejala lain yang jelas berlangsung lebih dari 24 jam pada anak di bawah 2 tahun, atau demam berlangsung lebih dari 3 hari (72 jam), bahkan hingga 5 hari atau lebih, segera konsultasikan dengan dokter.

Perhatikan juga respons anak terhadap obat penurun demam. Apabila demam tidak kunjung turun setelah pemberian parasetamol atau ibuprofen, atau anak tetap merasa tidak nyaman dan rewel, ini adalah saat yang tepat untuk menghubungi dokter.

Perubahan perilaku anak yang signifikan, seperti tampak sangat sakit, rewel terus-menerus, atau tidak aktif seperti biasanya, juga menjadi sinyal. Jika ada nyeri yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri, atau insting Anda sebagai orang tua merasa ada yang tidak beres, jangan ragu untuk mencari nasihat medis.

Tips Penting Saat Anak Menggigil: Do's and Don'ts agar Tak Salah Langkah

Saat anak menggigil, ada beberapa hal yang bisa Sahabat Fimela lakukan untuk memberikan kenyamanan, serta hal-hal yang sebaiknya dihindari. Penanganan yang tepat dapat membantu anak merasa lebih baik.

Jika anak menggigil, berikan selimut atau pakaian hangat hingga menggigilnya berhenti. Namun, sangat penting untuk tidak memakaikan pakaian berlebihan atau membungkus bayi di bawah 1 tahun terlalu rapat, karena ini dapat menyebabkan overheating.

Hindari penggunaan air dingin atau alkohol gosok untuk menurunkan demam. Mandi air dingin dapat menyebabkan anak menggigil lebih parah dan tidak nyaman. Penggunaan alkohol gosok juga berisiko keracunan jika terserap melalui kulit.

Terakhir, pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Demam dapat menyebabkan dehidrasi lebih cepat dari biasanya, sehingga menjaga hidrasi adalah kunci untuk pemulihan dan kenyamanan si kecil. Memahami kenapa anak menggigil dan kapan harus bertindak adalah kunci dalam menjaga kesehatan si kecil.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Anisha Saktian Putri

    Author

    Anisha Saktian Putri
Read Entire Article
Parenting |