Kapasitas Smelter Freeport 3 Juta Ton Tembaga per Tahun

19 hours ago 3

DIREKTUR Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan dua smelter yang dimiliki perusahaan kini memiliki kapasitas pengolahan hingga 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Kapasitas tersebut berasal dari smelter baru PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik yang mampu mengolah 1,7 juta dry metric ton (dmt) konsentrat per tahun serta smelter PT Smelting Gresik yang berkapasitas 1,3 juta dmt per tahun.

Selain fasilitas peleburan, Freeport juga membangun precious metal refinery (PMR) untuk memurnikan lumpur anoda yang mengandung logam berharga, seperti emas, perak, dan logam kelompok platinum (platinum group metals).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Di situ juga dibangun precious metal refinery, yaitu proses pemurnian lumpur anoda yang mengandung emas, perak, dan beberapa logam lainnya," kata Tony dalam rapat dengar pendapat Komisi XII, Selasa, 14 Juli 2026.

Melalui fasilitas tersebut, Freeport menghasilkan emas murni, perak, tembaga, serta logam kelompok platinum. Smelter juga memproduksi berbagai produk sampingan, seperti asam sulfat, terak (slag), gipsum, dan timbal.

Meski telah beroperasi, perjalanan smelter baru di Gresik sempat menghadapi sejumlah kendala. Tony mengatakan smelter mulai beroperasi pada Juni 2024 dalam tahap commissioning dan mulai memproduksi katoda tembaga pada Agustus 2024.

Namun, pada Oktober 2024 terjadi kebakaran di fasilitas Gas Cleaning Plant (GCP), salah satu unit yang berfungsi menangkap emisi sulfur dioksida (SO) dari tungku peleburan sebelum diolah menjadi asam sulfat.

Meski ukuran fasilitas tersebut relatif kecil, Tony mengatakan GCP merupakan komponen vital dalam proses produksi karena berperan menjaga emisi agar tidak mencemari lingkungan. Perbaikan akibat kebakaran berhasil diselesaikan sehingga smelter kembali beroperasi pada Mei 2025.

Operasional kembali terganggu setelah terjadi longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua pada 8 September 2025. Peristiwa itu menghentikan pasokan konsentrat ke Gresik sehingga smelter hanya dapat mengolah sisa konsentrat yang masih tersedia di gudang.

"Pasokan konsentrat terhenti sehingga smelter hanya memurnikan sisa-sisa konsentrat yang ada di gudang," ujar Tony.

Sejak Desember 2025, operasional smelter baru dihentikan sementara. Menurut Tony, penghentian tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan pemeliharaan dan penyempurnaan seluruh fasilitas agar siap beroperasi kembali ketika pasokan konsentrat dari Papua pulih.

PTFI menargetkan smelter baru di Gresik kembali menerima pasokan konsentrat dan memulai proses pemurnian pada September tahun ini. Setelah itu, kapasitas produksi akan ditingkatkan secara bertahap (ramp-up) hingga mencapai tingkat operasi penuh pada akhir tahun.

“Sementara itu, smelter PT Smelting Gresik tetap beroperasi normal dan saat ini mengolah sekitar 50 persen produksi konsentrat PTFI dari Papua,” ujar Tony.

Read Entire Article
Parenting |