Kemendag: Penguatan Kurs Dolar AS Kerek Harga Bawang Putih

1 day ago 22

TEMPO.CO, Jakarta - KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) mencatat harga rata-rata bawang putih honan secara nasional mengalami kenaikan pada Juli. “Indikasi kenaikan ini salah satunya adalah penguatan nilai dolar Amerika Serikat terhadap rupiah atau pelemahan rupiah terhadap dolar,” kata Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Nawandaru Dwi Putra, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Nawandaru, penguatan kurs dolar Amerika Serikat memicu kenaikan harga bawang putih di negara produsen, termasuk Cina. Selain itu, kenaikan harga juga dipengaruhi dinamika di Selat Hormuz, perairan Teluk Persia yang merupakan jalur perdagangan internasional.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Nawandaru mengatakan berdasarkan informasi di China Containerized Freight Index, negara-negara saling berebut menggunakan kapal berbendera Cina setelah terjadi krisis di Selat Hormuz. “Ini yang memicu kenaikan biaya logistik atau distribusi dari negara produsen yakni Cina ke negara kita,” ujarnya.

Sebagai upaya meredam kenaikan harga, Nawandaru mengatakan Direktorat Bina Pasar Dalam Negeri berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan untuk mendorong opsi agar importir mengarahkan kapal pengangkutan bersandar di pelabuhan utama di kawasan Timur. 

Tujuannya, kata dia, untuk memangkas biaya logistik yang menyebabkan kenaikan harga bawang putih di Papua dan Maluku. “Meskipun sifatnya B2B, kami harap dorongan atau imbauan kami bisa ditaati para pelaku usaha importir yang saat ini masih memasukkan komoditas bawang putih ke dalam negeri,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, harga rata-rata bawang putih nasional Rp 38.096 per kilogram. Artinya, Nawandaru melanjutkan, harga naik 0,25 persen secara bulanan dan melampaui harga acuan yang ditetapkan senilai Rp 38.000 per kilogram. Di Maluku dan Papua, harga komoditas ini naik hingga 62 persen menjadi Rp 64.867 per kilogram. "Nilainya melonjak signifikan dibandingkan harga acuan senilai Rp 40.000 per kilogram," ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih kating. Harga rata-rata bawang putih kating per 10 Juli naik hingga 4,56 persen menjadi Rp 41.270 per kilogram, melampaui harga acuan yang ditetapkan Rp 38.000 per kilogram. Di Maluku dan Papua, kenaikan harga produk jenis ini mencapai 58,38 persen menjadi sekitar Rp 63.353 per kilogram, pada 10 Juli. Adapun harga acuan bawang putih kating di Maluku dan Papua ditetapkan Rp 40.000 per kilogram.

Pilihan Editor:

Read Entire Article
Parenting |