Megawati Jamu Dubes Korea Selatan dan UEA, Bahas Perdamaian hingga Kerja Sama Strategis

23 hours ago 6

INFO TEMPO - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas upaya perdamaian atas persoalan yang terjadi di Semenanjung Korea.

Megawati, yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia, mengatakan pernah mendapat mandat sebagai utusan perdamaian untuk Korea dari Presiden Korea Selatan saat dipimpin Kim Dae Jung dari Partai Demokrat. Dalam menjalankan tugas tersebut, ia mengusulkan penyelenggaraan pertemuan dan reuni bagi keluarga-keluarga yang terpisah akibat pembagian wilayah Korea di garis demarkasi Panmunjom.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Serta mengusulkan adanya kerja sama ekonomi antara kedua negara serumpun," kata Megawati.

Presiden Korea Selatan saat ini, Lee Jae-myung, berasal dari Partai Demokrat, sama seperti Kim Dae Jung. Menurut Megawati, kesamaan latar belakang politik tersebut tentunya menghadirkan pandangan yang sejalan terhadap upaya perdamaian dan masa depan Semenanjung Korea.

Sementara itu, Duta Besar Yoon Soon-gu mengakui pengalaman Megawati dalam mendukung upaya perdamaian di Semenanjung Korea. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi modal sebagai jembatan yang mendorong Korea Selatan dan Korea Utara kembali membangun dialog damai di meja perundingan. Ia juga mengatakan pertemuan pada kesempatan ini akan disampaikan seluruhnya kepada Presiden Lee Jae-myung.

Dalam perbincangan mengenai perdamaian tersebut, Yoon Soon-gu juga memperhatikan ruang pertemuan yang merupakan bagian dari kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar. Ia merasa beruntung dapat berkunjung dan bertemu langsung dengan keluarga Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.

"Saya terhormat karena hari ini bisa bertemu Ibu Megawati dan bisa berkunjung ke ruangan ini. Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati, dan saya bertemu dengan Ibu dan anak Ibu secara langsung," kata Duta Besar Yoon.

Megawati dalam perjumpaan ini didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, serta Ketua DPP Rokhmin Dahuri dan Ahmad Basarah.

Setelah menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan, pada hari yang sama Megawati juga menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri. Pada momen ini, pendamping Megawati bertambah dengan hadirnya Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto dan Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.

Megawati dan Duta Besar Al Dhaheri memiliki kedekatan, terlebih pascakunjungan Megawati ke UEA pada awal Februari lalu.

"Terima kasih telah mampir berkunjung ke rumah saya di Abu Dhabi pada Februari lalu. Saya meneruskan salam hangat dari Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Dia tahu pertemuan ini dan mengirimkan salam hangat kepada Ibu," kata Duta Besar Al Dhaheri.

Diskusi mengalir tidak hanya membahas isu geopolitik terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah, tetapi juga kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang.

Megawati pun mendorong kerja sama Pemerintah UEA dengan Megawati Institute, antara lain di bidang toleransi beragama, Pancasila, dan kajian pemikiran tokoh pendiri bangsa kedua negara. Sementara dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah BRIN, Megawati meminta kerja sama BRIN dengan Pemerintah UEA makin diperkuat, antara lain melalui penelitian mangrove yang sudah terlaksana di Bali. (*)

Read Entire Article
Parenting |