Mengapa Prancis Lebih Difavoritkan Juara Piala Dunia 2026

1 day ago 28

TURNAMEN Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan empat tim. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina akan bersaing memperebutkan dua tiket ke final.

Di antara keempat semifinalis, Prancis dinilai sebagai kandidat terkuat untuk menjadi juara. Status itu bukan hanya karena Les Bleus diperkuat banyak pemain bintang, tetapi juga berkat penampilan yang paling konsisten sejak fase grup hingga perempat final.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tim asuhan Didier Deschamps tampil seimbang di semua lini. Mereka memiliki pertahanan yang solid, lini serang yang produktif, serta kedalaman skuad yang memungkinkan rotasi pemain tanpa menurunkan kualitas permainan.

Hingga babak semifinal, Prancis memenangi seluruh enam pertandingan yang dijalani. Mereka mencetak 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta membukukan empat kali tak kebobolan. "Saya bangga kepada para pemain. Mereka menunjukkan komitmen yang luar biasa dan bekerja keras untuk tim. Semangat kolektif inilah yang membawa kami kembali ke semifinal," kata Deschamps seperti dikutip dari ESPN.

Lantas, apa yang membuat Prancis lebih difavoritkan dibandingkan tiga semifinalis lainnya?

Pertahanan Paling Solid

Kekuatan utama Prancis berawal dari organisasi pertahanan yang disiplin. Deschamps mempertahankan karakter tim yang sulit ditembus tanpa mengurangi efektivitas saat menyerang. Dalam analisis The Athletic, Prancis umumnya menggunakan formasi 4-2-3-1 yang dapat berubah menjadi 4-3-3 sesuai situasi pertandingan. Pola tersebut membuat transisi bertahan dan menyerang berjalan lebih lancar.

Di sektor sayap, Jules Kounde lebih sering menjaga kedalaman pertahanan, sedangkan Theo Hernandez diberi kebebasan membantu serangan dari sisi kiri. Pembagian peran itu menjaga keseimbangan tim sehingga tidak mudah kehilangan bentuk ketika menyerang.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Dari enam pertandingan, Les Bleus hanya kebobolan dua gol dan mencatat empat clean sheet, rekor terbaik di antara empat semifinalis.

Lini Tengah Menjadi Penghubung

Keseimbangan permainan Prancis juga ditopang lini tengah yang mampu menghubungkan pertahanan dan serangan. Adrien Rabiot menjadi salah satu pemain kunci. Selain kuat dalam memutus serangan lawan, ia berperan sebagai pengatur tempo ketika Prancis membangun serangan dari belakang.

Peran itu membuat transisi permainan Les Bleus berlangsung cepat. Setelah merebut bola, mereka mampu mengalirkannya ke lini depan hanya dalam beberapa sentuhan sehingga lawan tidak memiliki banyak waktu untuk menyusun kembali pertahanannya. Kemampuan mengendalikan ritme pertandingan membuat Prancis tetap mampu menguasai permainan, bahkan saat menghadapi tim yang mengandalkan penguasaan bola.

Lini Depan Produktif

Di lini depan, Prancis memiliki banyak pilihan pemain dengan karakter berbeda. Kylian Mbappe tetap menjadi andalan berkat kecepatan dan penyelesaian akhirnya. Namun, Les Bleus tidak bergantung pada satu pemain.

Ousmane Dembele menghadirkan kreativitas melalui kemampuan menggiring bola dan membuka ruang. Michael Olise berperan sebagai kreator serangan, sedangkan Desire Doue dan Bradley Barcola memberi variasi lewat pergerakan tanpa bola maupun akselerasi dari sisi sayap.

Kontribusi mereka terlihat dari statistik turnamen. Mbappe memimpin daftar pencetak gol sementara dengan delapan gol dan tiga assist. Olise mencatat lima assist, sedangkan Dembele mengoleksi empat gol dan dua assist. Doue dan Barcola masing-masing menyumbang satu gol dan satu assist. Sebaran kontribusi itu membuat lini depan Prancis sulit diprediksi karena ancaman dapat datang dari berbagai pemain.

Faktor Pengalaman Deschamps

Keunggulan lain Prancis terdapat di kursi pelatih. Didier Deschamps merupakan salah satu pelatih paling berpengalaman di level internasional. Ia membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018, finalis pada 2022, dan kini kembali mengantar Les Bleus ke semifinal.

Pengalaman tersebut membuat Deschamps mampu menyesuaikan pendekatan taktik sesuai karakter lawan. Prancis dapat tampil agresif dengan tekanan tinggi ataupun menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik.

Apa yang Membedakan Prancis?

Dibandingkan tiga semifinalis lainnya, keunggulan terbesar Prancis adalah keseimbangan permainan.
Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola, Inggris bertumpu pada kualitas individu dan kedalaman skuad, sedangkan Argentina mengandalkan kreativitas pemain serta pengalaman tampil di laga-laga besar.

Prancis mampu memadukan pertahanan yang disiplin dengan serangan yang efektif. Les Bleus juga memiliki kedalaman skuad yang relatif merata di hampir semua lini. Pergantian pemain tidak banyak mengubah pola permainan sehingga intensitas tim tetap terjaga hingga akhir pertandingan.

Pengalaman tampil di level tertinggi turut menjadi nilai tambah. Sebagian besar pemain Prancis telah merasakan final Piala Dunia maupun Liga Champions, sementara Deschamps sudah membuktikan kemampuannya membawa negaranya menjadi juara dunia dan kembali ke final.

Meski demikian, status favorit bukan jaminan Prancis akan melaju mulus ke final. Spanyol tetap berbahaya dengan permainan kolektifnya, Inggris memiliki banyak pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan, sedangkan Argentina dikenal tangguh dalam laga-laga besar. Jika mampu mempertahankan disiplin bertahan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang, Prancis dinilai memiliki peluang terbesar di antara empat semifinalis untuk kembali mencapai final sekaligus merebut gelar Piala Dunia 2026.

Read Entire Article
Parenting |