Mengenal Gaya Parenting Modern untuk Anak Generasi Alpha dan Beta

1 week ago 10

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat, cara kita mengasuh anak juga perlu ikut menyesuaikan. Anak-anak yang lahir hari ini tumbuh di era yang sangat berbeda dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka terbiasa dengan teknologi sejak dini, punya akses informasi yang luas, dan menghadapi tantangan sosial yang jauh lebih kompleks.

Inilah yang membuat pendekatan parenting zaman dulu tidak selalu relevan untuk anak-anak Generasi Alpha yang lahir sekitar 2010–2024 dan Generasi Beta yang diperkirakan lahir mulai tahun 2025 ini. Orangtua masa kini—yang sebagian besar berasal dari generasi milenial atau Gen Z—perlu memahami bahwa pola asuh yang efektif bukan hanya soal memberi aturan, tapi juga tentang membangun hubungan yang sehat, penuh empati, dan terbuka dengan anak.

Anak-anak dari generasi ini cenderung lebih vokal, lebih kritis, dan terbiasa menyampaikan pendapat sejak usia dini. Oleh karena itu, mereka membutuhkan bimbingan yang fleksibel, bukan kontrol yang berlebihan atau terlalu kaku. Dilansir dari beberapa sumber salah satunya dailypioneer.com, berikut adalah gaya parenting modern yang dianggap paling cocok untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak Generasi Alpha dan Beta.

1. Authoritative Parenting: Tegas namun Responsif

Gaya authoritative parenting adalah pendekatan yang menyeimbangkan antara disiplin yang jelas dan kedekatan emosional. Orangtua dengan pola asuh ini biasanya akan menetapkan aturan, namun tetap terbuka terhadap pendapat anak. Mereka tidak sekadar memberi perintah, melainkan menjelaskan alasan di balik aturan tersebut dan mengajak anak berdiskusi.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki kepercayaan diri tinggi, mampu mengelola emosinya, dan lebih mandiri dalam mengambil keputusan—yang relevan untuk anak-anak Generasi Alpha dan Beta yang terbiasa tumbuh di lingkungan penuh stimulasi dan ekspektasi.

2. Pola Asuh Demokratis dan Kolaboratif

Pola asuh demokratis memberikan ruang bagi anak untuk menjadi bagian dari pengambilan keputusan keluarga, sesuai dengan tahap usia dan kematangan mereka. Anak-anak diajak berdiskusi, diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat, namun tetap dalam koridor yang jelas.

Gaya parenting ini membantu membangun rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis. Generasi Alpha dan Beta yang tumbuh dengan akses informasi luas membutuhkan ruang untuk mengeksplorasi ide mereka—dan orangtua yang kolaboratif mampu menjadi fasilitator, bukan sekadar pengatur.

3. Mindful Parenting: Hadir Sepenuhnya

Mindful parenting adalah pendekatan yang menekankan kesadaran penuh orangtua dalam menjalani proses pengasuhan. Fokusnya bukan hanya pada perilaku anak, tetapi juga pada kesadaran orangtua terhadap pikiran, emosi, dan reaksi mereka sendiri. Alih-alih mengandalkan respons otomatis atau emosi sesaat, orangtua justru belajar merespons dengan tenang dan penuh perhatian.

Pendekatan ini sangat penting di era sekarang, di mana tekanan hidup begitu tinggi dan waktu berkualitas dengan anak sering terpinggirkan. Dengan kehadiran yang utuh secara emosional, anak merasa lebih aman, didengar, dan dihargai. Ini menjadi fondasi penting bagi hubungan jangka panjang yang sehat.

4. Tech-Aware Parenting: Melek Digital, Bukan Takut Teknologi

Generasi Alpha dan Beta adalah anak-anak digital native. Mereka bersentuhan dengan teknologi sejak usia sangat dini. Karena itu, pendekatan orangtua terhadap teknologi perlu bijak—bukan sekadar melarang, tetapi juga mendampingi.

Parenting modern mendorong orangtua untuk ikut terlibat dalam dunia digital anak, mengenalkan aplikasi edukatif, menetapkan batas screen time, serta mengajarkan etika digital sejak dini. Orangtua yang paham risiko dan potensi dunia digital akan lebih siap membimbing anak menggunakan teknologi secara sehat dan produktif.

5. Growth-Oriented Parenting: Fokus pada Proses, Bukan Hasil

Alih-alih hanya mengejar nilai akademis, orangtua modern mulai menekankan pentingnya proses belajar. Gaya parenting ini mendorong anak untuk mencoba, gagal, lalu bangkit kembali. Dengan pendekatan ini, anak-anak tumbuh dengan mindset berkembang (growth mindset), tidak takut mengambil risiko, dan tidak mudah menyerah.

Bagi generasi yang akan menghadapi masa depan penuh ketidakpastian, kemampuan untuk beradaptasi, berpikir fleksibel, dan menyelesaikan masalah jauh lebih penting daripada hafalan semata.

6. Values-Based Parenting: Menanam Nilai Sejak Dini

Di tengah dunia yang cepat dan kompleks, nilai-nilai seperti empati, kejujuran, keberagaman, dan tanggung jawab sosial menjadi semakin penting. Parenting berbasis nilai mendorong orangtua untuk secara konsisten menanamkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. 

Anak-anak yang dibesarkan dengan kesadaran sosial cenderung lebih tangguh secara emosional dan mampu membangun relasi yang sehat. Mereka juga lebih siap menjadi bagian dari komunitas global yang menghargai perbedaan dan peduli pada sesama.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya, sahabat Fimela. Pastikan untuk memilih gaya parenting yang menguntungkan untukmu, dan menyenangkan untuk anak!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Amelia Salsabila Aswandi

    Author

    Amelia Salsabila Aswandi
  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Parenting |