ringkasan
- Bermain mindful meningkatkan ikatan emosional serta mendukung tumbuh kembang optimal anak dengan kehadiran penuh orang tua.
- Membatasi penggunaan gadget dan menyediakan alternatif permainan tanpa layar sangat krusial untuk mencegah dampak negatif pada fisik dan mental anak.
- Penerapan mindful play melibatkan kehadiran sepenuhnya, mendengarkan aktif, serta konsistensi dalam berbagai aktivitas interaktif yang melatih indra dan emosi anak.
Fimela.com, Jakarta Mindfulness, atau kesadaran penuh, merupakan praktik penting untuk membawa perhatian utuh pada momen saat ini tanpa menghakimi. Dalam konteks pengasuhan, mindful parenting adalah pola asuh di mana orang tua terlibat langsung, aktif mengamati, serta mendengarkan anak dengan sepenuh hati.
Kehadiran utuh dan fokus pada anak ini krusial untuk mempererat ikatan emosional dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Praktik ini juga membantu menciptakan lingkungan yang tenang dan penuh kasih sayang di rumah.
Di era digital, penggunaan gadget tidak bisa dihindari. Bahkan gawai dan internet saat ini bisa diakses dengan mudah olah bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Maraknya penggunaan gadget pada anak dan orangtuanya membuat waktu berinteraksi mereka menjadi berkurang.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet. Apabila dirinci per kelompok usianya, maka terdapat 5,88 persen anak di bawah usia 1 tahun yang sudah menggunakan telepon genggam/gawai dan 4,33 persen anak di bawah usia tahun yang mengakses internet pada 2024.
Arfilla Ahad Dori, M.Psi, Psikolog menjelaskan, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak buruk pada hubungan anak dan orang tua. Salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan gadget adalah dengan memperbanyak bermain bersama.
“Tetapi bermainnya bukan asal menemani tanpa interaksi aktif. Orang tua harus menerapkan bermain mindfull. Artinya bermain dengan kesadaran penuh. Tujuannya adalah menciptakan bonding atau membangun ikatan emosional yang kuat dan stabil antara orang tua dan anak,” jelas psikolog yang dipanggil Dori ini.
Manfaat Bermain Mindful untuk Emosial Anak
Ditambahkan Dori, ikatan emosional antara orang tua dan anak tidak muncul begitu saja, namun harus dibangun melalui kelekatan, kedekatan, dan interaksi terus menerus.
“Bonding tidak serta merta terbentuk hanya karena anak dan orang tua hadir berdekatan, namun berdekatan tanpa interaksi dan komunikasi tidak akan terbentuk bonding. Ibarat dua tali yang sejajar. Tidak ada koneksi. Bonding itu ibarat dua tali yang saling berikatan kuat,” ujar Dori
“Acara Family’s Days Out diharapkan bisa mengingatkan para orang tua agar lebih banyak meluangkan waktu bermain bersama buah hatinya, karena masa tumbuh kembang balita ini tidak bisa diulang, dan kesempatan membangun bonding dengan anak itu sangat singkat, sehingga harus dimaksimalkan,” jelas VP PT Global Urban Esensial, Mohamad Salahuddin
Bermain secara mindful membawa segudang manfaat bagi seluruh anggota keluarga, Sahabat Fimela. Praktik ini tidak hanya membantu mengurangi tingkat stres bagi orang tua dan anak, tetapi juga meningkatkan regulasi emosi pada si kecil.
Anak-anak yang terbiasa dengan teknik mindfulness akan lebih mudah berkonsentrasi pada tugas atau aktivitas tertentu. Hal ini juga secara signifikan meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak, membuat si kecil merasa lebih disayang dan dihargai.
Selain itu, mindful parenting dapat membentuk perilaku positif anak karena mereka mencontoh sikap perhatian, tenang, dan penuh kasih sayang dari orang tuanya. Ini juga mengurangi potensi konflik dalam keluarga dan mengasah keterampilan sosial anak secara alami.
- Mengurangi Stres: Membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
- Meningkatkan Regulasi Emosi: Anak belajar mengelola perasaan.
- Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi: Memudahkan anak berkonsentrasi.
- Meningkatkan Hubungan Orang Tua dan Anak: Mempererat ikatan emosional.
- Membentuk Perilaku Anak: Anak mencontoh sikap positif orang tua.
- Mengurangi Konflik: Mendorong respons yang lebih bijaksana.
- Meningkatkan Keterampilan Sosial: Mengasah kemampuan interaksi anak.
- Mengembangkan Rasa Sabar dan Kesadaran Diri: Menumbuhkan ketenangan sejak dini.
Panduan Praktis Menerapkan Bermain Mindful
Menerapkan bermain mindful tidaklah sulit, Sahabat Fimela. Kunci utamanya adalah hadir sepenuhnya saat bersama anak, menyingkirkan ponsel pintar, dan mengalihkan fokus dari kegiatan lain. Dengarkan setiap cerita atau keluh kesah mereka dengan perhatian penuh.
Orang tua yang mindful tidak hanya menangkap kata-kata, tetapi juga memperhatikan gestur, mimik wajah, dan intonasi suara anak. Hal ini membantu memahami apa yang sebenarnya anak butuhkan, bahkan tanpa mereka ucapkan secara langsung.
Anda bisa mencoba teknik pernapasan sederhana: ajarkan anak duduk nyaman, menutup mata, dan menarik napas dalam selama empat hitungan, menahan empat hitungan, lalu menghembuskan empat hitungan. Ulangi selama lima hingga sepuluh menit.
Permainan lima indra juga sangat efektif: ajak anak menyebutkan lima hal yang bisa mereka lihat, empat hal yang bisa mereka sentuh, tiga hal yang bisa mereka dengar, dua hal yang bisa mereka cium, dan satu hal yang bisa mereka rasakan di mulut. Konsistensi dalam melatih mindfulness akan membantu anak membangun kesadaran diri dan kemampuan mengatur emosi yang lebih baik.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.