Pentingnya Investasi Pendidikan Sejak Dini yang Tak Boleh Terlewatkan

3 months ago 65

Fimela.com, Jakarta “Otak anak sudah berkembang hingga 90% pada masa usia dini. Pada periode ini, jenis simulasi yang diberikan akan menentukan kemampuan belajar dan berpikir mereka sepanjang hidup.” Pesan edukatif dari Dr. Oggy Frayoga, seorang dokter umum, belakangan ini menarik perhatian publik di dunia maya. Berdasarkan kurva terkenal Scammon, ia menegaskan bahwa masa usia dini (3–7 tahun) adalah golden age bagi perkembangan otak.

Alih-alih hanya dianggap sebagai masa bermain, usia ini justru perlu dimanfaatkan sebagai periode investasi pendidikan utama untuk membangun daya saing di masa depan. Ia juga mengutip riset dari peraih Nobel bidang Ekonomi, Profesor James Heckman yang menekankan bahwa “Semakin awal investasi dalam pendidikan dilakukan, hasilnya bisa 7 kali lipat lebih besar. Pendidikan usia dini adalah fondasi krusial untuk kemampuan belajar anak.”

Masih dalam Masa Bermain, Lalu Pendekatan Apa yang Tepat?

Tentu saja usia dini adalah tahap perkembangan yang berpusat pada bermain. Jika anak dipaksa belajar dengan cara duduk diam di depan meja, hal ini justru bisa memadamkan minat mereka dan menimbulkan penolakan terhadap proses belajar. Menanggapi hal ini, Dr. Oggy Frayoga menyampaikan, “Anak-anak zaman sekarang tumbuh bersama perangkat digital sejak lahir. Daripada melarang penggunaan gadget, lebih bijak jika kita mengarahkan mereka menggunakan konten yang aman dan berkualitas.”

Ia menambahkan, “Dengan memanfaatkan alat belajar interaktif dan konten edukatif yang sudah terverifikasi, anak bisa menikmati proses belajar layaknya bermain, seru namun tetap fokus belajar secara natural.”

Inovasi Pendidikan dari Korea, Kini Hadir juga untuk Keluarga Indonesia

Sistem belajar smart yang menjadi sorotan Dr. Oggy adalah Wink. Wink bukan sekedar menayangkan video, tetapi sistem pembelajaran interaktif yang melibatkan penglihatan, pendengaran, dan sentuhan anak. Program ini menjadi salah satu metode belajar terlaris nomor 1 di Korea. Khususnya, dengan alat belajar yang telah dipatenkan, anak dapat belajar dengan aman tanpa koneksi internet. Program ini menggabungkan pelajaran Bahasa Inggris, Phonics, Matematika, hingga Bahasa Indonesia secara terpadu, menjadikannya solusi belajar yang efisien.

Saskhya, seorang psikolog yang juga menggunakan Wink, menambahkan, “Akar dari rasa cemas terhadap MatemaFka berasal dari pengalaman pertama belajar yang negaFf.” Ia pun memilih Wink karena ingin anaknya belajar MatemaFka dengan cara yang menyenangkan, dan merekomendasikan Wink secara aktif. Sementara itu, Wink Smart Learning tengah menawarkan benefit uji coba gratis melalui Instagram dan website resminya. Masa terpenting untuk perkembangan otak anak, sekaranglah saat yang tepat untuk memulainya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |