Polisi Ungkap Sindikat Pencurian Modul Menara BTS

2 days ago 31

SATUAN Reserse Mobil Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap sindikat pencurian modul Base Transceiver Station (BTS). Sindikat yang ditangkap telah mencuri sekitar 600 modul BTS yang menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 60 miliar.

Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi mengatakan ada dua jaringan sindikat yang sudah ditangkap. Total pelaku ada dua belas orang. "Hasil penyelidikan kami dari dua kelompok ini telah melakukan pencurian dan mendapatkan sekitar 600 modul," kata Arsya, Ahad, 12 Juli 2026

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jaringan pertama beroperasi di wilayah Jakarta Timur. Namun, mereka diduga juga beroperasi hingga ke Bandung dan beberapa wilayah Sumatera. Sementara jaringan kedua berpusat di Serang, Banten.

Menurut Arsya, harga atau nilai ekonomi setiap modul mencapai Rp 120 juta. Sehingga total kerugian yang dialami oleh beberapa provider seluler diperkirakan mencapai lebih dari RP 60 miliar.

Proses transaksi bekerja dengan tiga tahap penjualan. Pertama mereka menjual ke penadah di Indonesia seharga Rp 2,8 juta. Kemudian penadah di Indonesia menjual ke penadah utama yang merupakan warga negara Cina dengan harga Rp 3,8 juta.

Jaringan ini bekerja untuk penadah asal Cina. Arsya mengatakan ada sekitar 193 modul yang sudah dikirim ke Cina. Sebagian lainnya masih disimpan oleh para tersangka. "Modul hasil curian dikirim ke Cina melalui pesanan dari dua orang warga Cina," kata dia.

Arsya mengatakan, dua warga Cina ini sempat datang ke Indonesia untuk mencari orang yang bisa melakukan pencurian modul BTS. Setelah itu, mereka memberikan kartu ATM dari bank Cina dan alat komunikasi untuk berkoordinasi dan memastikan model modul yang dibutuhkan. 

Menurut Arsya, orang yang terlibat dalam sindikat ini juga paham tentang teknis jaringan seluler dan pemasangannya. Para pelaku diduga para mantan pekerja lepas yang biasa terlibat pemasangan modul BTS.

Saat beraksi, sebagian pelaku menggunakan kartu identitas pekerja jaringan seluler palsu. Ada pula yang tanpa identitas karena beraksi saat tengah malam ketika menara-menara BTS minim pengawasan.

Arsya mengatakan, pencurian modul BTS jaringan 5G ini sempat membuat jaringan seluler di beberapa daerah terganggu. Korban pencurian adalah modul jaringan milik PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk dan beberapa provider seluler lain.

Menurut Arsya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri akan menyidik lebih lanjut termasuk untuk mengejar para auktor intelektualis berkewarganegaraan Cina. Adapun Satuan Resmob Bareskrim melakukan penyelidikan dan penangkapan para pelaku yang awal terdeteksi. 

Read Entire Article
Parenting |