Purbaya: Pemindahan SAL Rp 400 Triliun Dorong Pertumbuhan

4 days ago 31

TEMPO.CO, Jakarta - MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pengelolaan kas merupakan salah satu instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut pengelolaan keuangan yang dimaksud antara lain dengan memindahkan dana pemerintah dari Bank Indonesia ke perbankan.

Menurut Purbaya pengalihan dana saldo anggaran lebih (SAL) itu memperluas ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit. "Jadi saya taruh di perbankan Rp 400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi," ucapnya dalam kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara STAN, Jakarta, Jumat 10 Juli 2026, dikutip dari keterangan pers.

Ia melanjutkan penempatan dana di sejumlah bank dilakukan ketika aktivitas ekonomi melambat pada Mei dan Juni tahun ini. Strategi pengelolaan kas tersebut melengkapi peran belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia belanja pemerintah hanya berkontribusi sekitar 7 sampai 10 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional. 

Karena itu, kata Purbaya, pemerintah mengembangkan pendekatan baru dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara. Tujuannya, agar mampu menggerakkan 90 persen perekonomian yang berasal dari sektor swasta.

“Saya perhatikan manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90 persen ekonomi, selain belanja langsung yang 7-10 persen,” ujarnya. 

Dana yang masuk ke perbankan diyakini dapat memperkuat likuiditas perbankan nasional. Menurut Menkeu, penempatan dana tersebut turut meningkatkan base money (M0) sehingga mendukung transmisi kebijakan moneter tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.

Ke depan, pemerintah tidak akan mengandalkan belanja negara saja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengoptimalkan pengelolaan kas. “Jadi fiskal ke depan bukan hanya belanja pemerintah saja. Nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” ucapnya.

Purbaya mulai memindahkan kas pemerintah sekitar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke bank BUMN pada 12 September 2025. Mendekati masa jatuh tempo ramai diberitakan bahwa dana SAL itu telah ditarik secara bertahap.

Bendahara negara itu membenarkan dana sempat ditarik perlahan. Namun setelah bertemu para pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Purbaya memutuskan menambah lagi uang ke sistem perbankan. "Di sana (perbankan) masih ada Rp 170 triliun, saya kembalikan lagi jadi Rp 200 triliun yang jangka panjang. Tambah lagi Rp 100 triliun mungkin yang jangka 3-4 bulan, terus tambah lagi yang fleksibel Rp 100 triliun," katanya saat konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jumat, 26 Juni 2026.

M Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Read Entire Article
Parenting |