Fimela.com, Jakarta Penulis dan terapis keluarga, Virginia Satir pernah berkata, “Kita membutuhkan empat pelukan sehari untuk bertahan hidup. Kita membutuhkan delapan pelukan sehari untuk menjaga keseimbangan. Kita membutuhkan dua belas pelukan sehari untuk tumbuh.”
Pelukan adalah bahasa universal cinta yang dapat menyentuh hati siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, tahukah Sahabat Fimela bahwa pelukan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mendukung kebahagiaan dan perkembangan emosional anak? Konsep recharging hug atau pelukan yang mengisi energi adalah salah satu cara sederhana, tetapi efektif untuk memastikan anak merasa aman, dicintai, dan bahagia.
Recharging hug adalah istilah yang menggambarkan pelukan penuh perhatian yang berfungsi untuk mengisi ulang energi emosional anak. Pelukan ini tidak hanya tentang menyentuh secara fisik, tetapi juga menyertakan koneksi emosional yang mendalam. Saat orang tua memberikan recharging hug, orang tua harus mengkomunikasikan kepada anak bahwa mereka dicintai dan diterima apa adanya.
Pelukan ini bisa dilakukan kapan saja, misalnya:
- Sebelum anak berangkat ke sekolah untuk memberikan semangat.
- Saat anak merasa sedih atau cemas untuk memberikan rasa tenang.
- Sebelum tidur untuk menciptakan perasaan aman dan nyaman.
Mengapa Recharging Hug Penting?
Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan sekolah hingga interaksi sosial yang bisa memengaruhi suasana hati mereka. Dalam momen seperti ini, pelukan hangat dari orang tua atau orang terdekat dapat menjadi penguat emosional yang sangat dibutuhkan.
Secara ilmiah, pelukan dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta. Hormon ini membantu mengurangi stres, meningkatkan perasaan bahagia, dan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Selain itu, pelukan juga dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) untuk membantu menstabilkan emosi anak.
Dilansir dari mindchamps-alliedcare.com, berikut adalah manfaat dari recharging hug bagi anak:
1. Membuat Anak Merasa Aman
Saat anak mulai memahami dunia di sekitarnya, mereka membutuhkan gestur penuh kasih dari orang tua untuk merasa aman secara emosional dan diterima dalam keluarga. Sentuhan hangat dari pelukan membantu membangun rasa percaya dan aman pada diri mereka dan memungkinkan anak untuk menjelajahi dunia tanpa kekhawatiran. Dengan rasa aman yang mendalam, pelukan juga mendorong keterbukaan untuk belajar hal baru serta komunikasi yang jujur antara orang tua dan anak.
2. Meningkatkan Kecerdasan Anak
Penelitian di Washington University School of Medicine menemukan bahwa anak-anak yang dipenuhi cinta oleh ibu mereka sejak dini memiliki hippocampus yang lebih besar, bagian penting dari otak yang berperan dalam pembelajaran, memori, dan respons terhadap stres. Walaupun ini tidak berarti pelukan langsung meningkatkan IQ anak, menciptakan lingkungan penuh kasih dan aman sangat berdampak positif pada pembelajaran dan perkembangan mereka. Dalam jangka panjang, kasih sayang ini membantu anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan tangguh.
3. Mengurangi Stres Secara Alami
Kontak fisik seperti pelukan dapat melepaskan zat kimia di otak yang disebut oksitosin, atau sering disebut sebagai "hormon cinta." Diproduksi di hipotalamus otak, oksitosin dikenal dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta mungkin memengaruhi gangguan perhatian. Tidak heran beberapa anak suka dipeluk sepanjang waktu. Dengan memeluk anak, stres mereka - dan orang tua - bisa mencair, menciptakan suasana hati yang lebih baik. Jadi, saat orang tua merasa lelah atau anak tampak sulit diatur, luangkanlah waktu untuk bernafas dan mengatur ulang suasana dengan pelukan sederhana.
4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri pada Anak
Pelukan yang orang tua berikan kepada anak sejak hari pertama membantu meyakinkan mereka bahwa mereka dicintai, sekaligus mengembangkan rasa percaya diri dan pola pikir positif. Asosiasi nilai diri ini akan terbawa dari masa kanak-kanak hingga dewasa, dan orang tua dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka hanya dengan pelukan sederhana. Secara keseluruhan, memeluk anak membantu menyediakan "jaring pengaman" emosional ketika mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat dari "dunia nyata" dan memperkuat kemampuan mereka untuk mencintai diri sendiri apa adanya.
5. Membantu dalam Disiplin
Dalam upaya mendisiplinkan anak ketika mereka berbuat salah, orang tua sering menggunakan metode seperti mengarahkan mereka ke "pojok ruangan". Namun, memberikan pelukan bisa menjadi langkah awal untuk memulai proses disiplin dengan cara yang positif, yang kemudian diikuti dengan penjelasan tegas tentang kesalahan mereka. Meskipun anak mungkin awalnya menolak pelukan tersebut, lambat laun mereka akan menyerah dan tubuh mereka akan mulai rileks, menciptakan efek perasaan yang menyenangkan. Anak-anak akan lebih mendengarkan apa yang orang tua katakan ketika mereka merasa nyaman. Jadi, dorong mereka dengan pelukan untuk meyakinkan mereka akan cinta dari orang tua – seiring waktu, mungkin akan terlihat perubahan pada perilaku mereka.
6. Mengajarkan Empati
Pelukan memungkinkan orang tua dan anak untuk sepenuhnya hadir dalam momen tersebut dan terhubung dengan perasaan keduanya pada tingkat emosional dan fisiologis. Dengan pertukaran energi ini, pelukan mengajarkan anak mengenai nilai empati saat mereka memahami bagaimana perasaan orang tua. Selain itu, pelukan juga mengajarkan anak bahwa cinta adalah jalan dua arah dan bahwa mereka dapat menunjukkan cinta kepada orang lain dengan memberikan pelukan sebagai balasan. Singkatnya, pelukan adalah pelajaran yang kuat untuk menunjukkan kepada anak-anak mengenai apa artinya mencintai dan dicintai.
Recharging hug adalah cara sederhana yang sangat efektif untuk mendukung kebahagiaan dan kesehatan emosional anak. Dengan pelukan, orang tua tidak hanya memberikan kehangatan fisik, tetapi juga memastikan anak merasa aman, dicintai, dan dihargai. Jadi, jangan ragu untuk memberikan pelukan hangat kepada anak setiap hari. Sebab, sebuah pelukan sederhana bisa menjadi langkah besar menuju kebahagiaan mereka.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.