PELATIH timnas Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya siap menghadapi segala kesulitan demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026 saat menghadapi Prancis pada laga semifinal di Dallas Stadium, Dallas, pada Rabu dinihari, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.
De la Fuente mengatakan tidak ada pencapaian besar yang diraih tanpa pengorbanan. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, ia bahkan mengutip Julius Caesar untuk menggambarkan mentalitas yang harus dimiliki para pemainnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Tidak ada pencapaian besar tanpa penderitaan. Jika ingin mencapai sesuatu yang penting dalam hidup, Anda harus mengorbankan sesuatu di sepanjang perjalanan. Dan kami siap menderita di jalan ini," kata De la Fuente, seperti dikutip Diario AS.
Meski banyak pihak menjagokan Spanyol, termasuk pelatih Prancis Didier Deschamps, pelatih berusia 65 tahun itu menilai status favorit tidak akan menentukan hasil pertandingan. "Menjadi favorit tidak menentukan apa pun. Kami menghadapi tim hebat. Tanggung jawab kami adalah kepada para pendukung," ujarnya.
De la Fuente mengakui kualitas lini depan Prancis yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Desire Doué, dan Michael Olise. Namun, ia memastikan La Roja tidak akan mengubah identitas permainannya. "Mereka memiliki pemain-pemain luar biasa, tetapi kami juga demikian. Kuncinya adalah memaksakan gaya bermain kami dan meminimalkan kekuatan lawan."
Pelatih Spanyol itu juga menjadikan kemenangan dramatis 5-4 atas Prancis di UEFA Nations League sebagai bahan evaluasi. Menurut dia, Spanyol harus mampu mengulang hal-hal positif sekaligus menghindari kesalahan yang membuat lawannya hampir menyamakan kedudukan.
Meski tekanan semakin besar menjelang semifinal, De la Fuente mengaku justru menikmati momen tersebut. "Saya benar-benar menikmatinya. Tanggung jawab berjalan beriringan dengan kenikmatan. Kami harus percaya bahwa kami ingin berada di final. Kalau tidak, untuk apa kami datang ke sini?"
Sementara itu, Lamine Yamal mengaku tidak merasakan tekanan menghadapi laga terbesar dalam kariernya sejauh ini. Pemain yang baru berusia 19 tahun itu mengatakan akan tampil seperti biasa. "Saya bermain seperti yang saya tahu. Saya memberikan segalanya, dan ketika saya melakukan itu, saya tidak merasakan tekanan," kata Yamal.
Ia juga menyambut tantangan dari De la Fuente yang sebelumnya menyebut "hari besarnya" di Piala Dunia masih akan datang. "Saya menerima tantangan itu dan besok akan menjadi hari yang sangat spesial," ujarnya.
Secara statistik, Prancis sedikit lebih diunggulkan menjelang semifinal. Tim asuhan Didier Deschamps telah mencetak 16 gol dan baru kebobolan dua kali sepanjang turnamen. Sementara itu, Spanyol mengoleksi 11 gol, tetapi memiliki organisasi pertahanan yang sangat solid dengan catatan expected goals against (xGA) terendah di Piala Dunia 2026.
Pertemuan kedua tim diperkirakan menjadi duel antara lini serang paling produktif dan pertahanan paling disiplin di turnamen. Prancis akan mengandalkan efektivitas para penyerangnya, sedangkan Spanyol berupaya menguasai permainan lewat penguasaan bola dan organisasi pertahanan yang rapi.














































