Tanamkan Rasa Cinta Budaya, Ini 5 Manfaat Musik Tradisional Untuk Tumbuh Kembang Anak

1 week ago 14

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, di era digital seperti sekarang, anak-anak lebih mudah mengenal lagu-lagu yang sedang viral di media sosial, dibandingkan lagu tradisional dari daerah asalnya. Padahal, musik tradisional memiliki kekayaan nilai budaya dan edukatif yang tak kalah menarik—bahkan bisa menjadi sarana efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Melalui lagu-lagu tradisional, anak tidak hanya diajak bernyanyi, tapi juga belajar mengenal bahasa, ritme, gerakan, hingga nilai-nilai budaya yang membentuk identitas. Mengenalkan musik tradisional sejak dini bukan sekadar soal melestarikan budaya, tetapi juga memberikan banyak manfaat yang nyata untuk tumbuh kembang anak secara fisik, sosial, emosional, dan kognitif mereka.

Dilansir dari tracscotland.org, berikut adalah lima manfaat utama yang bisa anak dapatkan dari musik tradisional dalam kesehariannya.

1. Mengasah Kemampuan Bahasa dan Komunikasi

Lagu-lagu tradisional memiliki struktur bahasa yang unik dan kaya akan irama. Pengulangan bunyi, rima, serta frasa-frasa khas membuat anak lebih peka terhadap bunyi bahasa. Ini sangat bermanfaat terutama saat anak sedang berada di fase awal belajar bicara.

Selain memperkaya kosakata, musik tradisional juga membuka wawasan anak bahwa satu makna bisa diungkapkan dalam berbagai cara, sehingga bisa mendorong kreativitas dalam berbahasa. Bahkan, lagu-lagu berbahasa daerah juga bisa membantu anak terbiasa dengan dialek atau bahasa ibu keluarga mereka.

2. Mendukung Perkembangan Motorik

Lagu yang disertai gerakan atau permainan musik bisa melatih keterampilan motorik anak. Bayi bisa diajak bergoyang atau digendong sambil menyanyikan lagu sederhana, balita bisa ikut bertepuk tangan, menari, atau duduk di pangkuan orangtua sambil mengikuti ritme. 

Anak-anak yang berusia lebih besar sedikit bahkan bisa memainkan alat musik tradisional seperti angklung atau kendang. Kombinasi musik dan gerakan ini secara tidak langsung melatih koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan tubuh anak.

3. Meningkatkan Interaksi Sosial dan Rasa Percaya Diri

Menyanyikan lagu bersama—baik di sekolah, komunitas, atau di rumah bersama keluarga, bisa membuka ruang interaksi sosial yang sehat. Dalam arti, anak bisa belajar mendengarkan, menunggu giliran, bekerja sama, hingga berekspresi di depan orang lain.

Lagu tradisional juga memiliki keistimewaan untuk mendekatkan hubungan antar generasi, contohnya anak bisa menyanyikan lagu yang juga dikenal oleh orangtua atau kakek-neneknya. Ini menjadi jembatan emosional yang menghangatkan dan bisa membangun rasa kebersamaan.

Anak yang mengenal lagu tradisional akan lebih mudah memahami dan mencintai budaya asalnya, sebab lagu-lagu daerah mengandung cerita, nilai, dan kearifan lokal yang memperkaya identitas anak sebagai bagian dari suatu bangsa.

Dengan memperkenalkan kumpulan lagu, tarian, dan cerita rakyat sejak kecil, kita membekali anak dengan “repertoar budaya” yang membuat mereka lebih siap terlibat dan berkontribusi dalam pelestarian tradisi ke depannya.

5. Meningkatkan Mood dan Meredakan Stres

Tahukah kamu bahwa menyanyi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental? Aktivitas ini meningkatkan oksigen dalam tubuh dan merangsang hormon endorfin yang membuat anak merasa lebih senang dan tenang.

Bahkan saat dilakukan sambil duduk, menyanyi tetap melibatkan pernapasan teratur yang efeknya mirip seperti teknik relaksasi. Ini bisa membantu anak yang sedang gelisah atau lelah untuk kembali rileks, sekaligus membangun suasana hati yang positif.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |