KONTES Robot Indonesia atau KRI 2026 kembali hanya menggelar laga di satu divisi, yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI). Keluar sebagai juara tahun ini adalah Robot Richie dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) yang di babak final mengalahkan Robot Maestro Evo Universitas Negeri Yogyakarta.
Pertandingan final KRAI 2026 digelar pada Minggu, 12 Juli 2026. Bertindak sebagai tuan rumah kontes robot rakitan para mahasiswa di Indonesia pada tahun ini adalah Universitas Jember.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kemenangannya di final mengantar tim ITS berhasil mempertahankan piala bergilir Sambhawana Pratimacala setelah juga menjadi juara pada tahun lalu. Dengan hasil tersebut, ITS akan kembali mewakili Indonesia pada ajang Kontes Robot ABU Internasional atau ABU Robocon di Hong Kong pada Agustus nanti.
Asia-Pacific Broadcasting Union atau ABU merupakan organisasi yang mendirikan dan menyelenggarakan kompetisi robot internasional tahunan bernama ABU Robocon sejak 2002. Tujuannya memajukan teknologi dan persahabatan antar mahasiswa di kawasan Asia-Pasifik melalui inovasi robotika.
Seleksi wakil Indonesia lewat ajang KRAI 2026 melibatkan sebanyak 28 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Mereka bertarung menunjukkan kreativitas dan inovasinya di bidang robotika di bawah tema kontes tahun ini adalah Kung Fu Quest. Tema ini menuntut kerja sama harmonis dua robot (salah satunya robot otomatis) dari setiap tim.
Sayang jalannya babak final menjadi antiklimaks bagi Robot Maestro Evo UNY karena mengalami kendala di awal pertandingan. Padahal selama babak penyisihan dan babak gugur, robot Maestro Evo menunjukkan keperkasaan dengan mengalahkan lawan-lawannya. Laga final berakhir dengan skor 20:160 untuk keunggulan Robot Richie.
Ketua Tim ABU Robocon ITS Muhammad Najmi Ihsan menjelaskan bahwa dua robot ITS berhasil bekerja sama dengan selaras hingga babak final. Menurut Najmi, setiap pergerakan telah dirancang agar robot bernama Triseratops dan Rex ini mampu saling melengkapi untuk menjalankan misi Tic-Tac-Toe rak pertama.
Pertandingan final Kontes Robot Indonesia (KRI 2026) di Kampus Universitas Jember, 12 Juli 2026. Hanya Divisi Kontes Robot ABU Indonesia yang dpertandingkan yang mempertemukan tim ITS (merah) dan UNY (biru) di babak final 2026 Dok. Unej
Sinkronisasi, kata Najmi, diwujudkan melalui pembagian tugas yang jelas antara kedua robot. Triseratops difokuskan pada pengambilan dan perakitan senjata, pengambilan kubus Kung-Fu Scroll (KFS) di tepi Hutan Meihua, dan penyerangan di arena. Sedangkan Rex dapat berjalan otonom untuk mengenali serta mengambil KFS di arena Hutan Meihua. “Rex juga memiliki tugas mengambil spear yang nantinya digabungkan dengan Triseratops,” ujar Najmi dalam keterangan tertulis.
Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi, semangat pantang menyerah, serta kolaborasi selama mengikuti KRAI 2026. Dia berpesan, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang ditampilkan, tetapi juga dari karakter, kerja keras, dan semangat para mahasiswa yang berada di balik setiap robot.
"Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut," kata dia. "Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika orang lain memilih berhenti adalah nilai yang sesungguhnya," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa KRAI bukan sekadar panggung kompetisi teknologi, melainkan ruang untuk menempa talenta terbaik bangsa. Menurutnya, seluruh peserta hadir membawa nama perguruan tinggi masing-masing, tetapi pada akhirnya memiliki satu identitas yang sama, yakni Indonesia. Karena itu, ia berharap semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi tidak berhenti ketika kompetisi usai.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, terutama kepada tim juara yang akan mewakili Indonesia pada ajang ABU Robocon di Hong Kong.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan KRAI 2026, khususnya Universitas Jember sebagai tuan rumah. Menurutnya, keberhasilan kompetisi nasional ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga, perguruan tinggi, dan seluruh panitia mampu melahirkan ajang yang tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga mempersiapkan generasi yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat dunia.
Daftar Pemenang KRAI 2026
Berikut ini daftar pemenang KRAI 2026 selengkapnya
a. Juara I: Richie - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
b. Juara II: Maestro Evo - Universitas Negeri Yogyakarta
c. Juara III: Lahbako-san - Universitas Jember
d. Harapan I: Brido WCT - Universitas Airlangga
e. Harapan II:
- D'Rimau - Universitas Sriwijaya
- Barelang V - Politeknik Negeri Batam
- Blakasutha - Universitas Jenderal Soedirman
- Magis Team - Universitas Sanata Dharma
Ada pula kategori penerima penghargaan khusus,
a. Best Design: Richie - Institut Teknologi Sepuluh November
b. Best Strategy: Maestro Evo - Universitas Negeri Yogyakarta
c. Best K3: Garudago - Institut Teknologi Bandung
d. Best Innovation: Lahbako-san - Universitas Jember
d. Best Spirit: Napopa - Universitas Tadulako
e. Best Sportifitas: Barelang V - Politeknik Negeri Batam.
















































