Tren Baru Parenting 2025 yang Kini Lebih Tegas dalam Pengasuhan Anak

1 month ago 21

ringkasan

  • Banyak orang tua kini beralih dari pendekatan pengasuhan lembut ke gaya yang lebih tegas, seperti yang diungkapkan frasa 'out-feral their feral', karena merasa lelah dan tidak efektif.
  • Pendekatan pengasuhan yang lebih keras bertujuan menanamkan disiplin dan tanggung jawab melalui batasan yang jelas serta konsekuensi yang tegas.
  • Sebagai alternatif, 'sturdy parenting' muncul sebagai jalan tengah, menawarkan batasan yang kuat namun tetap mempertahankan empati dan dukungan emosional bagi anak.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tren pengasuhan anak terus berkembang seiring waktu. Kini, banyak orang tua mulai meninggalkan pendekatan lembut yang populer. Mereka mencari cara baru untuk mendisiplinkan buah hati.

Pergeseran ini terlihat dari munculnya frasa 'out-feral their feral' yang menggambarkan pendekatan lebih tegas. Orang tua merasa metode sebelumnya kurang efektif dalam membentuk karakter anak. Mereka ingin menanamkan batasan yang lebih jelas.

Dilansir dari berbagai sumber, fenomena ini muncul sebagai respons atas kelelahan terhadap tuntutan "gentle parenting". Para ahli dan influencer pun mulai mempertanyakan keberlanjutan pendekatan tersebut. Ini menandai perubahan signifikan dalam gaya mendidik anak.

Kelelahan Gentle Parenting: Mengapa Orang Tua Berubah Arah?

Pendekatan "gentle parenting" telah menjadi tren besar dalam beberapa tahun terakhir. Metode ini menekankan empati, validasi perasaan anak, dan menghindari hukuman fisik atau verbal. Pendekatan ini menjanjikan anak-anak yang lebih bahagia dan ikatan keluarga yang lebih kuat, didukung oleh penelitian yang menunjukkan peningkatan koneksi emosional.

Namun, banyak orang tua merasa kelelahan dan kewalahan dalam mencoba memenuhi standar "gentle parenting" yang ideal. Tekanan untuk menjadi sempurna seringkali menyebabkan keraguan diri. Hal ini membuat banyak orang tua mulai menolak atau mempertanyakan keberlanjutan pendekatan ini.

Sebuah studi pada Juli 2024 menemukan bahwa lebih dari 40% penganut "gentle parenting" berada di ambang burnout. Mereka tenggelam dalam keraguan diri karena tekanan untuk menjadi sempurna. Kondisi ini membuat pendekatan lembut menjadi tidak berkelanjutan bagi sebagian besar orang tua.

Memahami 'Out-Feral Their Feral': Pendekatan Lebih Tegas dalam Disiplin

Frasa "out-feral their feral" dapat diinterpretasikan sebagai upaya orang tua untuk mengendalikan atau "melampaui" perilaku liar anak-anak mereka. Ini dilakukan dengan menerapkan batasan yang lebih tegas. Konsep "feral" di sini merujuk pada perilaku yang aktif, terkadang liar, atau kurang terkendali.

Pendekatan yang lebih keras atau "strict parenting" seringkali bertujuan untuk menanamkan disiplin dan tanggung jawab. Orang tua yang menerapkan pendekatan ini percaya bahwa batasan yang jelas membantu membangun fondasi tanggung jawab untuk masa depan anak. Mereka menetapkan ekspektasi yang jelas dan menegakkan konsekuensi untuk membantu anak memahami dampak tindakan mereka.

Beberapa alasan mengapa orang tua beralih ke pendekatan yang lebih keras meliputi:

  • Keinginan untuk menanamkan disiplin dan tanggung jawab: Orang tua percaya bahwa batasan yang jelas mengajarkan keterampilan hidup yang penting.
  • Ketakutan akan pengaruh negatif: Beberapa orang tua menggunakan aturan ketat untuk melindungi anak-anak mereka dari tekanan teman sebaya atau perilaku berisiko.
  • Kepercayaan budaya atau keluarga: Dalam banyak keluarga, pengasuhan yang sangat ketat adalah tradisi yang berakar pada kepercayaan budaya atau keluarga tentang membesarkan anak-anak yang hormat dan berperilaku baik.
  • Kelelahan dengan pendekatan permisif: Beberapa orang tua merasa bahwa pendekatan yang terlalu permisif menyebabkan anak-anak menjadi kurang disiplin atau sulit diatur.

Sturdy Parenting: Mencari Keseimbangan di Tengah Tren

Sebagai respons terhadap burnout dari "gentle parenting" dan potensi masalah dari "strict parenting" yang terlalu kaku, muncul konsep "sturdy parenting". Pendekatan ini digambarkan sebagai jalan tengah antara permisif dan otoriter. Ini adalah alternatif yang lebih seimbang.

Dalam "sturdy parenting", orang tua menetapkan batasan yang tegas namun tetap terhubung dengan perasaan anak. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan struktur yang jelas. Namun, pada saat yang sama, tetap mempertahankan empati dan dukungan emosional. Ini menciptakan lingkungan yang aman dan terstruktur.

Pendekatan ini tidak berarti membiarkan anak-anak menguasai keadaan atau menjadi otoriter sepenuhnya. Sebaliknya, "sturdy parenting" adalah kombinasi dari batasan yang kuat dan empati yang mendalam. Ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan beradaptasi dengan baik.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Adinda Tri Wardhani

    Author

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Parenting |