BNN Sita 19 Senjata Api dari Jaringan Bandar Narkoba

5 hours ago 12

BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengungkap praktik peredaran narkotika yang kian meluas. Sepanjang periode penindakan, BNN menangkap dan menetapkan 1.259 orang sebagai tersangka karena terlibat dalam bisnis gelap tersebut.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan petugas menemukan sejumlah pelaku dalam kondisi bersenjata. "Artinya, para bandar ini sangat mempersiapkan diri untuk melawan petugas," kata Suyudi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Suyudi merinci, petugas menyita 19 pucuk senjata api dari tangan para pelaku. Selain itu, BNN juga menemukan dan menyita 64 bilah senjata tajam dari sejumlah lokasi yang dikenal rawan menjadi pusat peredaran narkotika.

Menurut Suyudi, temuan tersebut harus menjadi alarm untuk memperkuat upaya pemberantasan narkotika. "Jangan sampai (Indonesia) seperti di Meksiko dan Brasil yang (bandar narkoba) punya pasukan dan senjata sendiri," ujarnya.

Suyudi mengatakan pola peredaran narkotika kini semakin sulit diprediksi. Para pelaku, kata dia, kerap mengedarkan barang haram itu dalam bentuk cairan untuk mengelabui aparat pengawas.

BNN mencatat kini terdapat 1.452 jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di dunia. Dari jumlah tersebut, 178 jenis telah teridentifikasi masuk ke Indonesia. "178 jenis di antaranya telah teridentifikasi masuk ke Indonesia," ujar Suyudi dalam pidatonya.

Ia menegaskan BNN akan terus memberantas peredaran narkotika, termasuk dengan melumpuhkan kekuatan finansial para pengedar. "Kami tidak cukup puas hanya menangkap, tetapi ada semangat untuk memiskinkan bandar," kata Suyudi.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Djamari Chaniago mengatakan pemberantasan narkotika menjadi salah satu prioritas pemerintah. Karena itu, pemerintah memandang setiap program pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk investasi bagi masa depan bangsa.

Menurut Djamari, cita-cita Indonesia mencapai Generasi Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila generasi muda terbebas dari penyalahgunaan narkotika. "Jika generasi muda hancur karena narkoba, maka yang terjadi adalah Indonesia Cemas," ucap Djamari.

Read Entire Article
Parenting |