CANTIKA.COM, Jakarta - Bercak putih pada kulit sering kali hanya dipandang sebagai persoalan penampilan. Padahal, bagi penyandang vitiligo, kondisi ini bukan sekadar perubahan warna kulit, tetapi juga dapat memengaruhi rasa percaya diri, kesehatan mental, hingga kualitas hidup. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan kulit, pemahaman mengenai vitiligo pun menjadi semakin penting, terutama untuk menghapus stigma yang masih melekat.
Komitmen inilah yang turut diangkat PT Regenesis Indonesia melalui program CSR Selflove Warriors Regenesis 2026, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat melihat vitiligo dari sudut pandang yang lebih manusiawi: menerima diri sendiri dan membangun lingkungan yang lebih inklusif.
Apa itu vitiligo? Vitiligo merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan munculnya bercak putih akibat hilangnya pigmen melanin pada kulit. Kondisi ini terjadi ketika sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) berhenti bekerja atau mengalami kerusakan. Hingga kini, vitiligo diketahui berkaitan dengan gangguan autoimun, yaitu ketika sistem imun menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
Vitiligo dapat muncul pada siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun warna kulit. Meski lebih mudah terlihat pada individu dengan kulit gelap atau sawo matang, kondisi ini tidak menular dan bukan penyakit yang mengancam jiwa.
Gejala yang Perlu Dikenali
Tanda paling umum vitiligo adalah munculnya bercak putih pada kulit yang perlahan dapat meluas. Area yang paling sering terdampak meliputi:
Wajah, terutama sekitar mata dan mulut.
Tangan dan jari.
Siku dan lutut.
Ketiak serta area lipatan tubuh.
Kulit kepala yang dapat menyebabkan rambut memutih.
Bibir serta bagian dalam mulut.
Pada sebagian orang, bercak hanya muncul di satu sisi tubuh (segmental vitiligo), sementara tipe yang paling umum adalah non-segmental vitiligo, yaitu bercak muncul secara simetris di kedua sisi tubuh.
Apa Penyebabnya?
Penyebab pasti vitiligo masih terus diteliti. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, seperti:
- Faktor genetik atau riwayat keluarga
- Pemicu lingkungan, seperti stres berat, paparan bahan kimia tertentu, trauma pada kulit, atau luka bakar akibat sinar matahari.
Hingga kini belum ada terapi yang benar-benar menyembuhkan vitiligo. Namun, sejumlah pilihan pengobatan dapat membantu mengembalikan sebagian warna kulit atau memperlambat perkembangan bercak, di antaranya obat oles, terapi cahaya (phototherapy), hingga tindakan bedah pada kasus tertentu. Penggunaan tabir surya juga sangat dianjurkan karena area kulit yang kehilangan pigmen lebih rentan mengalami sunburn.
Selain perawatan medis, dukungan psikologis juga menjadi bagian penting dalam penanganan vitiligo. Banyak penelitian menunjukkan bahwa penyandang vitiligo memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi akibat stigma sosial.
Dorong Self-Love Lewat Selflove Warriors 2026
Sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang vitiligo, PT Regenesis Indonesia kembali menghadirkan program Selflove Warriors Regenesis 2026 dalam rangka memperingati Hari Vitiligo Sedunia.
Corporate Brand Manager Regenesis Indonesia, Apt. Gita Yohanna Thomdean, S.Farm, menjelaskan bahwa tahun ini perusahaan menggelar Intimate Lunch Special, yang mempertemukan penyandang vitiligo terpilih dengan jajaran Board of Directors Regenesis Indonesia bersama Tim Selflove Regenesis.
President Director PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati, mengatakan bahwa komunitas penyandang vitiligo di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat.
Menurutnya, komunitas digital vitiligo yang dibangun Regenesis telah menjangkau lebih dari 3.000 pengikut, menunjukkan besarnya kebutuhan akan ruang edukasi, dukungan emosional, dan penerimaan sosial.
"Kami percaya bahwa kecantikan bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang keberanian untuk menerima diri sendiri. Melalui Selflove Warriors, kami ingin menghadirkan harapan bahwa setiap cerita mampu menjadi cahaya bagi orang lain. Di tahun mendatang kami berharap dapat menjangkau lebih banyak vitiligan di Indonesia melalui Selflove Movement Regenesis yang telah digagas sejak 2023," ujar Emmy melalui siaran pers, Rabu, 22 Juli 2026.
Acara tersebut dikemas dalam suasana hangat yang mengedepankan dialog, empati, serta saling menguatkan antarpenyandang vitiligo. Pada kesempatan yang sama, Regenesis Indonesia juga memberikan penghargaan kepada 10 penyandang vitiligo inspiratif yang dinobatkan sebagai Selflove Warriors Regenesis 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka menerima diri, menghadapi tantangan hidup, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk melihat vitiligo tanpa stigma.
Kesepuluh kisah inspiratif itu diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi penyandang vitiligo lainnya yang masih berproses membangun rasa percaya diri. Program ini turut didukung oleh ISISPHARMA, perusahaan dermatologi asal Prancis yang telah lama mengembangkan solusi berbasis sains untuk berbagai kondisi kulit, termasuk vitiligo.
Head Marketing Skincare Regenesis Indonesia, Dini Ika, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya menghadirkan produk dermatologi, tetapi juga berfokus pada edukasi masyarakat dan berbagai program sosial.
Sebagai bagian dari kegiatan CSR tahun ini, ISISPHARMA memberikan donasi produk kepada para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan mereka dalam merawat kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Mendorong Masyarakat Lebih Inklusif
Sejak menggagas Selflove Movement pada 2023, Regenesis Indonesia secara konsisten mengembangkan berbagai kampanye edukasi, kolaborasi komunitas, hingga penghargaan bagi penyandang vitiligo.
Melalui Selflove Warriors Regenesis 2026, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa vitiligo bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, maupun menjalani kehidupan dengan percaya diri.
Di tengah kemajuan dunia dermatologi, dukungan sosial dan penerimaan diri tetap menjadi terapi yang tak kalah penting. Sebab, bagi penyandang vitiligo, bercak putih pada kulit tidak pernah mendefinisikan siapa mereka. Yang jauh lebih berarti adalah bagaimana masyarakat mampu melihat manusia di balik setiap warna kulitnya.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.















































