Mengingat Kembali Peristiwa Kudatuli Lewat Pameran Sejarah dan Foto

3 hours ago 9

INFO TEMPO - Presiden ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengenang peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan peristiwa Kudatuli. Megawati ingat betul peristiwa yang kini ada dalam pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

"Saya sendiri sampai hari ini tidak mengerti. Meskipun dalam batin saya mengerti," kata Megawati setelah berkeliling melihat sejumlah foto dokumentasi pameran tersebut, pada Selasa, 21 Juli 2026. Pameran yang dibuka untuk umum ini memang sebagai rangkaian refleksi memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau peristiwa Kudatuli.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peristiwa Kudatuli adalah insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Tragedi ini dipicu oleh perebutan kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung oleh pemerintah Orde Baru.

Penyerbuan markas pendukung Megawati oleh massa pro-Soerjadi dan aparat memicu kerusuhan massal. Berdasarkan catatan Komnas HAM, insiden ini mengakibatkan 5 orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang.

“Buat saya, Kudatuli itu adalah simbol ketidakadilan, dan tidak boleh terulang,” ujarnya. 

Megawati masih mempertanyakan penyerangan Kantor DPP PDI yang saat itu dipimpinnya. Padahal, Megawati melanjutkan, lokasi kantor itu sah dan diakui negara.

“Tempatnya saja sah. Itu diberikan oleh negara. Saya didukung juga sah. Tapi kenapa karena saya yang menang lalu kok saya dibeginikan? Dan serangnya itu juga bukan dari luar, dari aparat kita,” ujarnya.

Megawati menceritakan, usai penyerangan itu dirinya turut merasakan tekanan, bahkan tiga kali dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. “Saya bukan provokator. Saya bertanggung jawab kepada negeri ini,” kata dia.

Megawati lantas mengajak generasi muda untuk tidak kehilangan arah dalam membangun masa depan bangsa. Dia menegaskan, generasi muda harus memiliki keyakinan, keberanian, keteguhan, dan kesabaran serta tetap menjaga harga diri sebagai bangsa Indonesia.

“Masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi orang Indonesia,” kata Megawati.

Pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, dibuka untuk umum sejak 21-28 Juli 2026. Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Olly Dondokambey mengatakan pameran ini untuk mengingat kembali bagaimana reformasi berjalan dan agar masyarakat memahami peristiwa tersebut. 

"Reformasi ini berjalan dari kekuasaan yang sangat otoriter, sehingga terjadi perlawanan," kata Olly. 

Olly menjelaskan, peringatan 30 tahun Kudatuli telah dimulai sejak 18 Juli dan akan berlangsung hingga puncak acara pada 27 Juli 2026. "Peringatan pas 27 Juli-nya di kantor DPP nanti ada tabur bunga, pemasangan monumen peristiwa Kudatuli dan kami hadirkan juga korban dalam peristiwa ini," ujarnya. (*)

Read Entire Article
Parenting |