INFO TEMPO - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Dedi Mulyadi atau KDM sebagai Gubernur Jawa Barat mencapai 95,4 persen. Angka tersebut diperoleh dari survei evaluasi publik periode 2–9 Juli 2026 yang melibatkan 800 responden secara proporsional di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, tingkat kepuasan yang tinggi kepada kinerja Dedi Mulyadi disebabkan beberapa faktor. Antara lain, evaluasi terhadap ekonomi dan pemerintahan yang secara umum mencerminkan respons positif.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Sebanyak 44 persen masyarakat menilai ekonomi (kategori) sedang dan lebih dari 60 persen masyarakat menilai pelaksanaan pemerintahan baik," kata Djayadi Hanan dalam "Rilis Temuan Survei Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Pemprov Jabar" di Bandung pada Kamis, 23 Juli 2026. Menurut dia, dua indikator tersebut berpengaruh terhadap evaluasi positif masyarakat dalam bentuk kepuasan terhadap Gubernur Jawa Bawat Dedi Mulyadi.
Dari total tingkat kepuasan masyarakat mencapai 95,4 persen itu, berdasarkan paparan hasil survei, sebanyak 39,3 persen responden menyatakan sangat puas, sedangkan 56,1 persen menyatakan cukup puas. Sementara responden yang kurang puas tercatat 3,3 persen dan yang tidak puas sama sekali 0,5 persen. Adapun 0,8 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Djayadi menambahkan, tingkat kepuasan juga dipengaruhi oleh evaluasi masyarakat terhadap berbagai program dan layanan pemerintah, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, koperasi, dan beragam program lain yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat Jawa Barat. "Jadi tiga faktor itu mempengaruhi persepsi positif yang sangat tinggi kepada Gubernur Jawa Barat pada survei kali ini," katanya.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan hasil "Survei Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemprov Jabar" di Bandung, pada Kamis, 23 Juli 2026. Dok. TEMPO
Djayadi tak menampik faktor personalitas atau figur dari KDM yang turut mempengaruhi hasil survei. Sebab, Gubernur Jawa Barat Periode 2025–2030 tersebut begitu populer di masyarakat. Bahkan, dia menilai, popularitasnya mencapai hampir 100 persen. Artinya seluruh masyarakat Jawa Barat mengetahui sosok KDM.
"Masyarakat menganggap pola komunikasi yang dibangun (KDM) sangat merakyat, punya sentuhan kemanusiaan dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan dari berbagai lapisan masyarakat," katanya. "Saya kira ini juga berpengaruh terhadap evaluasi positif masyarakat kepada kinerjanya."
Dia menambahkan, upaya KDM yang memaksimalkan peran media sosial untuk berkomunikasi dengan public turut mendongkrak nilai kepuasan masyarakat. Survei LSI mencatat, sebanyak 84 persen masyarakat Jawa Barat terhubung ke internet dan mayoritas menggunakan internet untuk mengakses media sosial. "Jadi evaluasi positif masyarakat terhadap KDM juga dipengaruhi oleh informasi atau konten positif yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi hampir setiap hari," katanya.
Bicara tentang program, survei menunjukkan, apresiasi tertinggi pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar. Sedangkan sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama pemerintah, meskipun lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerjanya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memeriksa barisan peserta saat penutupan pembinaan mental dan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Rindam III/Siliwangi, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin, 5 Mei 2025. DOK. PEMPROV JAWA BARAT
LSI turut mengukur respons masyarakat terhadap sejumlah program prioritas Pemprov Jawa Barat. Di bidang Pendidikan, program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, kebijakan Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang didukung bantuan dana pemerintah, serta program Sekolah Manusia Unggul (Maung) memperoleh dukungan dari mayoritas masyarakat yang mengetahui program tersebut. "Namun, tingkat pengenalan atau awareness masyarakat terhadap berbagai program itu masih tergolong rendah, yakni belum mencapai 50 persen," katanya.
Menurut Djayadi, tugas KDM saat ini adalah mempertahankan evaluasi positif tersebut agar jangan sampai turun. Kendati tingkat kepuasan secara umum berada di atas 90 persen, masih ada evaluasi positif masyarakat di sejumlah daerah yang di bawah 50 persen. Daerah-daerah itu antara lain, Pangandaran, Tasikmalaya, Bandung Barat, dan lainnya. Evaluasi yang belum memuaskan dari masyarakat di daerah tersebut, Djayadi menyarankan, dapat menjadi perhatian KDM dalam berkomunikasi atau menjalankan pemerintahan.
Lebih lanjut, dengan popularitas KDM yang sangat tinggi di Jawa Barat, tentu tidak mudah bagi Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan untuk setara secara popularitas. Namun fenomena ini lazim ditemukan di provinsi manapun. Terlebih, yang biasa tampil ke publik adalah gubernur dibandingkan wakil gubernur. "Pembagian tugas yang satu lebih banyak berhubungan dengan masyarakat, yang satu lagi mungkin lebih banyak mengurusi ke dalam birokrasi. Jadi itu fenomena yang biasa yang kita temukan di mana-mana," tutur Djayadi. (*)















































