KANTOR Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan dukungannya terhadap keputusan Amerika Serikat untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua pekan. Namun, mereka mengklaim gencatan senjata tersebut "tidak termasuk Lebanon".
Dalam sebuah pernyataan di X pada Rabu 8 April 2026, Netanyahu mengatakan Israel mendukung upaya Presiden AS Donald Trump untuk memastikan "Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara Arab tetangga Iran, dan dunia".
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia mengatakan AS telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini dalam negosiasi mendatang di Islamabad, Pakistan, pada Jumat 10 April 2026.
Namun, gencatan senjata selama dua pekan itu “tidak termasuk Lebanon,” ia menegaskan seperti dilansir Al Jazeera.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa AS, Iran, dan sekutu mereka “telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain”.
Sharif mengatakan langkah itu “berlaku segera”.
Keengganan Israel
Angkatan Udara Israel terus melakukan serangan di Iran, kata seorang pejabat keamanan kepada The Times of Israel pada Rabu 8 April 2026, meskipun Trump dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Sementara itu, Iran telah menembakkan beberapa salvo rudal balistik ke Israel sejak gencatan senjata dilaporkan akan mulai berlaku.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN pada Selasa malam bahwa Israel menjadi bagian dari gencatan senjata dua pekan dengan Iran yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pengumuman ini hanya satu setengah jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi peningkatan serangan militer terhadap infrastruktur sipil.
Israel juga telah setuju untuk menangguhkan kampanye pengebomannya sementara negosiasi berlanjut, kata pejabat itu.
CNN melaporkan bahwa para pejabat Israel kecewa dengan kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah dicapai AS dengan Iran, kata sebuah sumber Israel yang mengetahui masalah tersebut.
Kendati demikian, sumber tersebut mengatakan Israel akan mematuhi gencatan senjata, mengikuti arahan Trump.
Namun Israel melakukannya dengan enggan. “Israel masih memiliki lebih banyak target dalam daftarnya dan lebih banyak tujuan yang ingin dicapai melalui aksi militer di Iran,” kata sumber tersebut.
Ketika ditanya oleh CNN pada pertengahan Maret, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk menjawab apakah Israel akan menghentikan serangannya terhadap Iran jika Trump mencapai gencatan senjata.
Tetapi ia mengakui bahwa Trump adalah "pemimpin" dan bahwa ia adalah "sekutunya."
"Pada akhirnya, Presiden Trump membuat keputusannya sendiri dan apakah saya menghormatinya? Ya, saya menghormatinya," kata Netanyahu kepada CNN selama konferensi pers 18 Maret.


















































