INFO TEMPO - Pemerintah Kota Malang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan sekaligus dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Predikat sebagai Kota Pendidikan, yang ditopang oleh lebih dari 50 perguruan tinggi serta ratusan satuan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah, menjadikan kota ini sebagai ruang belajar yang hidup sekaligus pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Atmosfer akademik yang berkembang tidak hanya menghidupkan aktivitas pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi, riset, budaya, hingga industri kreatif.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Peran strategis tersebut semakin diperkuat setelah pemerintah pusat menetapkan Kota Malang sebagai salah satu dari 50 daerah prioritas nasional dalam Program Pembangunan Menuju Kota Metropolitan Tahun 2025–2029. Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas posisi Kota Malang sebagai pusat pertumbuhan kawasan sekaligus amanah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi kota metropolitan yang inklusif, cerdas, dan berkelanjutan.
Kesadaran itulah yang menjadi landasan Pemerintah Kota Malang dalam menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Semangat tersebut diwujudkan melalui visi Menuju Malang Mbois Berkelas, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan manusia. Melalui RPJMD, RKPD, Dasa Bakti Unggulan, dan lima program prioritas daerah, Pemerintah Kota Malang terus memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas, merata, dan inklusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program beasiswa, seragam sekolah gratis, dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari lima program unggulan daerah. Berbagai program tersebut dirancang agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Bersamaan dengan itu, pemerintah terus memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah, transformasi pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter, yang diarahkan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan merata. Kebijakan ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, serta menyiapkan generasi yang mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Berbagai kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Harapan Lama Sekolah (HLS) telah melampaui 16 tahun, mencerminkan semakin besarnya peluang anak-anak Kota Malang untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 11,36 tahun, yang menunjukkan rata-rata penduduk telah menempuh pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas. Capaian tersebut turut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang meningkat menjadi 85,55 pada tahun 2025, salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
Dari sisi kualitas pelayanan publik, capaian Kota Malang juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Pada tahun 2026, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan mencapai nilai 90,78 dengan predikat Tuntas Utama, meningkat dari nilai 87,90 pada tahun sebelumnya. Prestasi tersebut menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan terbaik secara nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa peningkatan akses pendidikan berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pelayanan.
Bagi Pemerintah Kota Malang, capaian tersebut bukan sekadar deretan angka statistik. Pendidikan dipandang sebagai investasi pembangunan yang akan menentukan wajah kota pada masa depan. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas belajar, tetapi juga diarahkan untuk membentuk generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak pembangunan daerah.
Semangat tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. Kehadiran Malang Creative Center (MCC) menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan talenta muda sehingga pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi ekosistem pembelajaran yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat daya saing Kota Malang.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi yang akan menentukan kualitas peradaban sekaligus masa depan daerah.
"Pendidikan menjadi fondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Dari ruang-ruang kelas hari ini, harus kita yakini akan lahir generasi pemimpin, inovator, wirausahawan, maupun tokoh masyarakat di masa mendatang," ujarnya.
Melalui Dasa Bakti Unggulan Ngalam Pinter, Pemerintah Kota Malang akan terus memastikan layanan pendidikan semakin berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. "Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu. Inilah semangat keadilan yang harus terus kita jaga bersama," katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap kebijakan di bidang pendidikan bukan sekadar untuk memenuhi target pembangunan, tetapi merupakan wujud nyata pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat. Melalui program beasiswa, seragam sekolah gratis, bantuan pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan sarana dan prasarana pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Malang berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan itu juga tercermin dari seberapa luas kesempatan yang diberikan kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Ketika ruang-ruang kelas mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjawab tantangan masa depan, sesungguhnya Kota Malang sedang membangun fondasi pembangunan yang paling kokoh.
Dari sanalah semangat Menuju Malang Mbois Berkelas menemukan makna sejatinya, yakni menghadirkan pendidikan sebagai pelayanan publik yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. (*)


















































