FORUM Film Bandung mengumumkan nominasi film dan narafilm terpuji di ajang Festival Film Bandung ke-39 pada Kamis, 16 Juli 2026. Seluruh nominasi merupakan hasil pengamatan regu pengamat terhadap karya-karya yang tayang selama periode 1 September 2025 hingga 30 Juni 2026.
“Rencana penganugerahan pemenang pada 22 Agustus,” kata ketua regu pengamat film Indonesia, Rosyid E. Abby kepada Tempo, Kamis 16 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Proses pengamatan film kali ini menurutnya dipersingkat menjadi 10 bulan dari biasanya selama satu tahun, pun waktu pengumuman pemenangnya dimajukan. Alasannya untuk menghindari penumpukan acara festival film yang juga digelar pihak lain pada Oktober. “Jangan bersamaan waktunya, seolah-olah kita bersaing padahal enggak karena punya kriteria masing-masing,” ujarnya.
Selama periode pengamatan, regu pengamat menilai 344 karya yang terdiri atas 144 film Indonesia yang tayang di bioskop maupun platform streaming atau layanan media digital (OTT), 151 film impor, 26 serial televisi, dan 23 serial web. Ketua umum regu pengamat adalah Eddy D. Iskandar, ketua regu pengamat Agus Safari, ketua regu pengamat film Indonesia Rosyid E. Abby, kemudian ketua regu pengamat serial televisi dan serial web Raja Lubis, dan ketua regu pengamat film impor Ardityo Danoesoebroto.
Menurut Rosyid, tema Festival Film Bandung 2026 adalah Sinema Rona Keluarga. Tema itu dibuat berdasarkan hasil pengamatan regu terhadap kecenderungan film. Kisah tentang ibu, ayah, anak, serta dinamika hubungan di antara mereka hadir dalam berbagai genre, mulai dari drama, komedi, hingga horor. Keluarga menjadi ruang tempat harapan, cinta, kehilangan, konflik, dan rekonsiliasi. “Fenomena ini menunjukkan bahwa keluarga tetap menjadi sumber cerita yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia,” katanya.
Didirikan pada 1986 oleh para seniman, budayawan, wartawan, dan akademisi, Forum Film Bandung secara konsisten menyelenggarakan Festival Film Bandung sejak 1987. Selama hampir empat dekade, FFB menjadi ruang apresiasi yang mendorong tumbuhnya budaya menonton, berdiskusi, dan mengapresiasi film, serial televisi, serta serial web.
Sebagai sebuah festival film, FFB memiliki karakter yang khas. Penghargaan yang diberikan menggunakan sebutan "Terpuji", sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya yang dinilai memiliki kualitas artistik, teknis, dan nilai kemanusiaan yang layak menjadi pilihan bagi masyarakat. Melalui pendekatan ini, FFB tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menghadirkan alternatif tontonan yang memperkaya wawasan dan meningkatkan apresiasi publik terhadap dunia perfilman.
















































