Polisi: 74 Kg Emas di Kasus Febrie Adriansyah Asli

2 hours ago 7

ANGGOTA Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya selesai mengecek 74 kilogram emas yang ditemukan saat menggeledah rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, di Sentul, Bogor.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan keaslian emas itu diuji oleh Pegadaian. “Emas itu asli,” katanya kepada wartawan, Jumat, 17 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Seluruh mata uang asing yang turut disita juga dinyatakan asli. Salah satu mata uang yang dicek adalah dolar Amerika Serikat. Polri menggandeng United States Secret Service dan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menguji keasliannya.

“US dollar juga (asli), dari United States Secret Service dan FBI menyatakan ada suratnya. Genuine, asli,” kata Budi.

Selain itu, menurut Budi, uang rupiah sitaan juga telah dinyatakan asli oleh Bank Indonesia. Polisi kini tinggal menunggu hasil pengecekan keaslian uang dolar Singapura. “Tapi secara umum asli,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri melakukan serangkaian penggeledahan pada 8 hingga 9 Juli 2026. Penggeledahan ini terkait penyidikan dugaan kasus korupsi di PT Asabri, PT Krakatau Steel, dan pengadaan pasokan batu bara. Polisi telah menetapkan Febrie Adriansyah dan advokat bernama Don Ritto sebagai tersangka. Namun, penyidikan kasus ini diambil alih oleh Kejaksaan Agung.

Penyidik menemukan 74 emas batangan yang masing-masing seberat satu kilogram dari rumah Febrie di Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor. 

Kepala Kortas Tipikor Inspektur Jenderal Totok Suharyanto mengatakan emas tersebut ditemukan dalam sebuah brankas yang terkunci di dalam rumah. “Saat dibuka berisi tujuh koper,” ucap Totok, pada Kamis dini hari, 9 Juli 2026.

Selain puluhan emas batangan, penyidik juga menemukan sejumlah uang tunai dari berbagai mata uang. Menurut Totok, nilai emas dan uang tunai tersebut jika ditotalkan mencapai sekitar Rp 476 miliar. 


Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Parenting |