POLISI sedang menguji sampel air dan gas di lokasi tewasnya empat pekerja proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Para pekerja tersebut tewas setelah terjatuh ke dalam penampungan air bersih di lokasi proyek, sementara tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas akibat menghirup gas dari tangki air.
Perwakilan Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta telah mengecek tempat kejadian perkara pada Senin, 6 April 2026, menurut Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan.
“Kami mengambil sampel gas dan kandungan air di dalam bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut,” kata Kepala Unit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Indra Darmawan, kepada wartawan, Selasa, 7 April 2026.
Indra mengatakan pihaknya akan mengumumkan hasil uji sampel tersebut kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai. “Tujuan pengambilan sampel ini untuk mengetahui jenis dan asal gas yang menyebabkan kematian,” ujar dia.
Polisi juga mulai memeriksa saksi dalam kasus ini. Indra menyebut penyidik telah memeriksa dua saksi dari pihak mandor pengawas, yakni pengawas besi dan salah satu mandor. Selanjutnya, polisi berencana memeriksa saksi lain dari pihak pemilik gedung pada Kamis, 9 April 2026.
Sebelumnya, empat orang tewas saat mengerjakan proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, mengatakan keempat korban terjatuh ke dalam penampungan air bersih (ground tank) di area basement proyek saat proses pengurasan. “Peristiwa terjadi saat proses pengurasan penampungan air,” kata Budi pada Jumat, 3 April 2026.
Budi menjelaskan peristiwa bermula ketika sejumlah pekerja proyek hendak menguras penampungan air yang tertutup. Saat pekerja membuka penutup, salah satu pekerja tiba-tiba terjatuh ke dalam lubang.
Pekerja lain kemudian berusaha menolong, tetapi mereka justru ikut terjatuh karena tidak menggunakan alat keselamatan. “Saat evakuasi, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi pengap dan panas,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.
Petugas mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo. Namun, empat orang dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Mereka adalah YN (32 tahun), MW (62 tahun), TS (63 tahun), dan MF (19 tahun).
Kepolisian hingga kini masih mendalami penyebab pasti peristiwa tersebut. “Tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata,” ucap Budi.
Budi menegaskan pihaknya akan mengusut kasus ini secara profesional hingga tuntas. Penyidik akan menelusuri unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di area proyek tersebut.
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Nurma Dewi, menyebut total ada tujuh korban dalam peristiwa ini. Empat orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami sesak napas setelah menghirup gas dari tangki air di proyek tersebut.
Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Tepatkah Polisi Menyerahkan Kecelakaan Truk TNI kepada POM


















































