Fakta-fakta Keracunan MBG di SD Sendangrejo Blora

4 hours ago 8

KASUS keracunan massal setelah menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) kembali berulang. Peristiwa terbaru terjadi di Sekolah Dasar Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Senin, 20 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Belasan siswa mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Bogowanti. Mereka pun dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Pusat Kesehatan Masyarakat Ngawen pada hari yang sama.

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan semua siswa sudah kembali ke rumah masing-masing. "Sudah pulang semua dan dipantau sampai hari ini tidak ada gejala yang muncul lagi," ujar Arief pada Selasa 21 Juli 2026.

Hingga saat ini, penyebab keracunan di Blora masih terus didalami oleh pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN). Berikut fakta-faktanya:

Korban Keracunan 19 Siswa SD

Belasan siswa sekolah dasar menjadi korban dalam kasus keracunan kali ini. Setidaknya 19 siswa mengalami sakit setelah menyantap MBG pada Senin pekan ini.

Rincian para siswa yang mengalami keracunan, yaitu kelas III ada 3 anak, kelas IV ada 7 anak, kelas V ada 8 anak, dan kelas VI ada 1 anak. Gejala keracunan mereka alami setelah mengkonsumsi MBG yang disediakan SPPG.

Menu Telur Bumbu Kuning hingga Susu

Menu MBG untuk siswa SDN Sendangrejo disiapkan oleh SPPG Bogowati. Dapur umum tersebut menyajikan menu MBG berupa nasi putih; telur bumbu kuning; tumis kacang, wortel, serta putren; buah anggur; dan susu kemasan. Laporan awal menyebut keracunan diduga lantaran mengkonsumsi susu yang tak disimpan dengan baik.

SPPG Berhenti Beroperasi

Berdasarkan salinan laporan hasil penyelidikan Dinas Kesehatan Blora, SPPG Bogowati dikelola oleh Yayasan Mitra Cendikia Waskita. Selama ini, dapur umum pemasok MBG ke SDN Sendangrejo itu menyalurkan sajian kepada 2.341 penerima yang tersebar di berbagai sekolah.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan SPPG yang menyuplai MBG ke SDN Sendangrejo tersebut telah berhenti beroperasi sementara. "Mulai hari ini SPPG Bogowanti tutup sementara," tuturnya pada Senin kemarin.

Respons BGN

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan mereka akan mencari tahu penyebab kasus keracunan MBG di SDN Sendangrejo, Blora.

Ia berharap, hasil tersebut akan memperbaiki tata Kelola MBG ke depannya. “Kami akan bekerja sama dengan teman-teman di Kemenkes maupun teman-teman di dinas kesehatan yang ada di lokasi keracunan MBG tersebut,” kata Prima saat sesi konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2026.

Aliy Arivin Anward dan Jamal Abdun Nashr berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Parenting |