Terpilih, Daftar Pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026

3 hours ago 8

Setelah sebulan melakukan pembacaan, pembahasan dan penilaian secara mendalam dari Daftar Panjang, Dewan Juri Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) mengumumkan Daftar Pendek karya sastra terpilih penghargaan ini. Pengumuman Daftar Pendek ini merupakan tahapan penting menjelang penetapan penerima Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa 2026.

“Pengumuman pemenang dan anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini akan dilaksanakan secara terpisah,” ujar Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa, Gema Mawardi dalam siaran pers yang diterima Tempo, 22 Juli 2026.

Gema menjelaskan secara umum penilaian mempertimbangkan kecapakan menulis dalam mendayagunakan bahasa sebagai medium artistic, kemampuan menghadirkan perspektif yang membuka cara pandang baru terhadap berbagai fenomena kehidupan, serta ketajaman dalam menghadapi persoalan yang mengemuka di masyarakat.

Dewan juri, kata Gema, juga mencermati setiap karya mampu memperkaya capaian kreatif yang telah ada, sekaligus menawarkan kemungkinan estetika baru yang berpotensi memberi arah bagi perkembangan sastra Indonesia pada masa mendatang.

Melalui pertimbangan tersebut, Dewan Juri menetapkan Daftar Pendek KSK 2026, dengan perhatian utama pada kualitas kekaryaan dan kekriyaan yang ditawarkan penulis. “Karya-karya yang terpilih diharapkan merepresentasikan capaian artistic yang paling menonjol di antara buku-buku sastra Indonesia yang terbit sepanjang 2025,” ujar Gema lagi.

Kategori Novel:

  1. Alok (Penulis: Arie Saptaji, Penerbit: POST Press)
  2. Ikhtiar yang Tak Benar-Benar (Penulis: Nukila Amal, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  3. Katri (Penulis: Adeste Adipriyanti, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  4. Seakan Bisa Dipisahkan (Penulis: Ruhaeni Intan, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia)
  5. Tersesat Setelah Terlahir Kembali (Penulis: Yoga Zen, Penerbit: Marjin Kiri)

Kategori Kumpulan Cerpen:

  1.  Cara Menghadapi Kehilangan (Penulis: Yetti A.KA., Penerbit: DIVA Press)
  2. Hantu Ulang-alik (Penulis: Ratri Ninditya, Penerbit: baNANA)
  3. Jose Kecil Dalam Dirimu (Penulis: Kaisar Deem, Penerbit: Bara Books)
  4. Misi Menggagalkan Doa (Penulis: Yoga Palwaguna, Penerbit: Langgam Pustaka)
  5. Waktu Itu Hujan Rintik, dan Aku Merasa Asing dan Sendiri (Penulis: T. Agus Khaidir, Penerbit: Buku Kompas)

Kategori Kumpulan Puisi:

  1. Ke Arah Museum Revolusi (Penulis: Nirwan Dewanto, Penerbit: Warning Books)
  2. Kutu-Kutu Joni (Penulis: Julia F. Gerhani Arungan, Penerbit: DIVA Press)
  3. Nusantara, Amnesia (Penulis: Ari Pahala Hutabarat, Penerbit: Lampung Literature)
  4. Pagar Rumahku Berubah Warna (Penulis: Ama Gaspar, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)
  5. Suatu Hari di Batas Ilmu Pengetahuan (Penulis: Heru Joni Putra, Penerbit: Teroka Press)

Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) merupakan penghargaan bagi karya sastra terbaik yang terbit sepanjang tahun, yang menunjukkan pengerahan kerja kreatif sastrawan Indonesia, pengembangan potensi estetis bahasa Indonesia, serta perluasan wilayah pertemuan antara imajinasi dan realitas kehidupan masyarakat. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI), dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiaraya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tahun ini, KSK juga didukung oleh Astra serta kolaborasi dengan Falcon Pictures. Dalam penyelenggaraan KSK, yayasan didampingi tiga orang kurator: Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria yang merancang program, mendampingi proses penyelenggaraan, termasuk memilih Dewan Juri.

Read Entire Article
Parenting |