Parenting Style Ala Gen Z vs Milenial, Mana yang Lebih Efektif dalam Mendidik Anak?

2 months ago 49

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, setiap generasi tentu memiliki caranya sendiri dalam menjalani peran sebagai orangtua. Perubahan zaman, teknologi, dan nilai-nilai sosial yang terus berkembang membuat pola pengasuhan anak pun ikut bergeser. Di era sekarang, dua generasi yang banyak mendominasi peran parenting adalah Milenial (lahir sekitar 1981–1996) dan Gen Z (lahir 1997–2012). Meski sama-sama tumbuh di era digital, keduanya memiliki pendekatan yang cukup berbeda dalam membesarkan anak.

Generasi Milenial dikenal lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental dan cenderung menerapkan gaya pengasuhan yang penuh empati, seperti gentle parenting. Mereka juga terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan terkait anak. Sementara Gen Z membawa semangat yang lebih progresif dan terbuka. Mereka lebih fleksibel, responsif terhadap kebutuhan anak, dan menjadikan teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dalam proses pengasuhan.

Lantas, diantara pola asuh dua generasi ini, mana yang lebih efektif dalam mendidik anak? Dilansir dari beberapa sumber termasuk pageonegroup.ph dan splashedout.net, berikut jawabannya!

1. Pola Disiplin dan Komunikasi

Orangtua Milenial cenderung lebih komunikatif dalam menerapkan aturan. Mereka biasanya mengajak anak mereka berdiskusi untuk memahami alasan di balik batasan yang diberikan. Pendekatan ini membuat anak merasa dihargai dan lebih terbuka terhadap arahan. 

Gen Z pun juga menggunakan pola ini, namun dengan tambahan pendekatan kolaboratif. Mereka tak hanya menjelaskan alasan, tapi juga melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan, bahkan sejak usia dini. Gaya ini memperlihatkan bahwa Gen Z percaya anak punya kapasitas berpikir dan suara yang layak didengar.

2. Sikap Terhadap Teknologi

Sebagai generasi yang tumbuh bersama perkembangan media sosial dan internet, Milenial cukup selektif dalam memperkenalkan teknologi kepada anak. Mereka biasanya membatasi screen time dan memilihkan konten edukatif yang dianggap aman. Di sisi lain, Gen Z justru menganggap teknologi sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari. 

Mereka tidak hanya memberi akses, tapi juga mengajarkan anak cara menggunakan teknologi secara bijak. Gen Z lebih fokus pada membangun kesadaran digital dan etika bermedia sejak dini, karena menyadari bahwa dunia anak-anak sekarang sangat lekat dengan kehidupan online.

3. Peran Orangtua dan Pembagian Tanggung Jawab

Milenial dikenal sebagai generasi yang mulai menciptakan keseimbangan antara karier dan kehidupan rumah tangga. Mereka terbuka terhadap pembagian peran yang setara antara ayah dan ibu, meski dalam praktiknya masih banyak yang tetap dominan di salah satu sisi. 

Sementara itu, Gen Z mengambil langkah lebih jauh dengan mengedepankan kesetaraan dalam segala hal. Baik ayah maupun ibu berusaha sama-sama aktif dalam urusan domestik dan pengasuhan, sehingga bisa menciptakan pola asuh yang lebih adil dan tidak terbebani oleh peran gender tradisional.

4. Pola Konsumsi dan Gaya Hidup

Orangtua Milenial cenderung peduli terhadap kualitas dan keamanan produk untuk anak. Mereka memilih produk organik, ramah lingkungan, dan lebih berhati-hati dalam berbelanja. Sementara itu, Gen Z lebih cerdas secara digital dan mempertimbangkan nilai-nilai sosial dalam memilih produk. 

Mereka menyukai brand yang transparan, etis, dan punya komitmen terhadap isu keberlanjutan. Selain itu, Gen Z juga terbiasa menggunakan layanan digital seperti langganan kebutuhan bayi atau aplikasi parenting yang memudahkan pengelolaan keluarga sehari-hari.

5. Harapan terhadap Anak dan Tekanan sebagai Orangtua

Milenial percaya bahwa pengasuhan yang lebih sadar dan empatik bisa menciptakan generasi anak yang bahagia serta mandiri. Mereka ingin menjadi orangtua yang lebih baik dari generasi sebelumnya dan merasa yakin dengan gaya parenting yang mereka pilih. 

Di sisi lain, Gen Z menghadapi tantangan berbeda. Ekspektasi media sosial dan tekanan untuk tampil sebagai “orangtua sempurna” membuat mereka sering merasa cemas atau overthinking. Meski begitu, mereka tetap berusaha menciptakan lingkungan yang aman secara emosional bagi anak, sambil tetap menjaga kesejahteraan diri sendiri.

Kesimpulannya, baik Milenial maupun Gen Z, keduanya punya kelebihan masing-masing, dan tidak ada pendekatan yang benar-benar lebih unggul secara mutlak. Sebab efektivitas pola asuh tetap bergantung pada sejauh mana kita sebagai orangtua mampu memahami kebutuhan anak—baik emosional maupun kebutuhan fisik lainnya. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya, sahabat Fimela!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Amelia Salsabila Aswandi

    Author

    Amelia Salsabila Aswandi
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani
5 Aktivitas Seru untuk Bantu Perkembangan Bahasa Balita./Copyright depositphotos.com/yamasan
 

Parenting5 Aktivitas Seru untuk Bantu Perkembangan Bahasa Balita

Mau tahu cara menyenangkan untuk mendukung perkembangan bahasa balita? Yuk, simak 5 aktivitas seru yang bukan hanya membangun kosakata si kecil, tapi juga memperkuat ikatan emosional Moms dengannya.

Demam dan muntah adalah penyakit umum yang kerap diderita anak. (unsplash.com/@little_klein)

ParentingCoeliac Disease, Kelainan Autoimun yang Ganggu Penyerapan Nutrisi Anak

Sahabat Fimela, pahami Coeliac disease: gejala, diagnosis, dan perawatannya. Kelainan autoimun ini merusak usus, mengganggu penyerapan nutrisi. Yuk, cari tahu lebih lanjut!

 unsplash.com/Nicolas Hoizey.

ParentingIni Alasan Utama Olahraga Lari Baik untuk Tubuh Anak

Temukan berbagai manfaat fisik, mental, dan sosial dari olahraga lari yang menakjubkan bagi tumbuh kembang anak.

Anak susah makan bikin orangtua bingung/copyright: unsplash/rainier ridao

ParentingKenali Defisiensi Zat Besi pada Anak dan Dampaknya pada Si Kecil

Pahami mengapa defisiensi zat besi pada anak menjadi perhatian global dan bagaimana kondisi ini bisa memengaruhi perkembangan si kecil secara signifikan.

 Pexels.com).
Read Entire Article
Parenting |